Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Survei: Anies-Sandi Kalahkan Ahok-Djarot di Putaran Kedua

Senin 06 Mar 2017 14:10 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Ilham

Bangku kosong terlihat di barisan depan disamping pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno (Anies-Sandi) pada rapat pleno terbuka penetapan peserta pemilihan dan launching pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta,

Bangku kosong terlihat di barisan depan disamping pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno (Anies-Sandi) pada rapat pleno terbuka penetapan peserta pemilihan dan launching pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta,

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas pejawat Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI. Itu berdasarkan hasil survei dari Media Survei Nasional (Median) yang dirilis hari ini, Senin (6/3).

Direktur eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan, hasil survei diambil dari 800 responden dari tanggal 21-27 Februari 2017. Dari sampel diambil secara acak.

Menurut Rico, pasangan nomor urut tiga itu unggul sekitar enam persen dari Ahok-Djarot. Anies-Sandi memperoleh suara 46,3 persen. Sedangkan Ahok-Djarot mendapatkan suara 39,7 persen dan 14 persen menjawab ragu-ragu (undecided). "Kalau dilihat dari ini Anies unggul atas Ahok," ujar Rico, dalam konferensi persnya, di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat.

Rico menambahkan, pendukung Agus-Sylvi juga tidak akan serta merta memilih pasangan Anies-Sandi di putaran kedua. Mereka juga ada yang mengalihkan dukungannya kepada Ahok-Djarot.

Kendati demikian, kata Rico, keunggulan Anies-Sandi tersebut belum final. Pasalnya, dengan 14 persen yang menjawab ragu-ragu membuka peluang bagi Ahok-Djarot untuk menambah dukungan. "Kompetisi masih panjang, suara itu dinamis," kata Rico.

Lebih lanjut Rico mengungkapkan, dari hasil survei tersebut, tren suara Anies-Sandi mengalami kenaikan hingga akhir Februari, yaitu dari 39,97 persen menjadi 46,3 persen. Sementara Ahok-Djarot mengalami tren penuruan suara dari 42,96 persen menjadi 39,7 persen.

Kenaikan suara Anies-Sandi, kata Rico, disebabkan satu pertiga pemilih Agus-Sylvi memilih Anies-Sandi di putaran kedua. "Dari 100 persen pemilih Agus-Sylvi di putaran pertama, ada 10 persen memilih Ahok-Djarot diputaran kedua, 35 persen memilih Anies-Sandi dan 55 persen undecided," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA