Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Keputusan Dukungan Demokrat di Pilkada DKI Diputuskan Besok

Ahad 05 Mar 2017 19:33 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan

Bendera Partai Demokrat.

Bendera Partai Demokrat.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politkus Partai Demokrat, Roy Suryo menyatakan partai akan memutuskan sikap terkait putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 pada Senin (6/3). Menurutnya, kemungkinan besar sikap partai berlambang bintang mercy itu pada putaran kedua adalah nonblok, atau tidak memihak pada salah satu Pasangan Calon (Paslon) yang tersisa.

Saat ini Paslon yang tersisa adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Namun dikatakannya nonblok itu bukan berarti tidak bersikap, tapi sikap yang menyerahkan pilihannya pada masing-masing kader dan akar rumput.

"Insya Allah besok diumumkan, ada tiga pilihan pertama kita akan non-blok. Tapi ingat, non-blok itu bukan berarti tidak bersikap, melainkan memberikan pilihan kepada masing-masing kader atau akar rumput. Kepastiannya mungkin besok akan diumumkan," ungkap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu, saat dihubungi melalui seluler, Ahad (5/3).

Menurutnya, sejatinya Partai Demokrat memiliki tiga pilihan, pertama nonblok, kedua memilih kandidat Paslon nomor urut dua, dan ketiga memberika dukungan kepada kandidat Paslon nomor urut tiga. Hanya saja kata dia, jika ditanya lebih cenderung ke pilihan mana, maka Roy Suryo menegaskan partainya lebih condong ke pilihan pertama, yakni bersikap nonblok.

Dia beralasan, karena sedari awal pihaknya sudah mengusung pasangan calonnya sendiri, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Maka apabila partainya ada kesamaan dengan Paslon lain, maka kemungkinan tidak akan mengusung Paslon Agus dan Sylvi.

Selain itu Roy Suryo juga menegaskan, sikap yang akan diputuskan pada besok tidak ada hubungannya dengan dengan hasil dari pertemuan dengan ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Disebutnya karena keputusan itu sifatnya lebih kepada hasil dari pertimbangan internal dari partai dan juga masukan dari beberapa kalangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA