Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Ahok: Saya Sekarang Harus Banyak Mendengar

Senin 05 Dec 2016 18:10 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ani Nursalikah

Tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Foto: Mabruroh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengaku sesuai rapat evaluasi tim pemenangan Ahok-Djarot, dirinya diminta menjadi pendengar yang baik.

"Di evaluasi tadi habis diomongin, mereka kasih masukan. Jadi Ahok sekarang harus jadi lebih banyak mendengar daripada ngomong. Kumpulin orang ngomong saya dengar," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Pada Senin (5/12) siang, tim pemenangan Ahok-Djarot mengadakan rapat internal evaluasi bersama pejawat tersebut di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat evaluasi tersebut dilakukan secara tertutup. Pejawat tersebut belakangan ini cenderung lebih kalem dan santun setelah kasus dugaan penistaan agama saat dirinya berpidato di Kepulauan Seribu mencuat.

Sebelumnya, Ahok mendapatkan nasihat dari banyak tokoh, mulai dari Wapres Jusuf Kalla hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ahok mendapat nasihat setelah pidatonya di Kepulauan Seribu yang dianggap menistakan agama.

Perubahan gaya bicara Ahok yang menjadi kalem bahkan membuat istrinya, Veronica Tan, heran. Selain Veronica, para pendukung Ahok pun merasa heran dengan perubahan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Ahok kini bersiap menghadapi persidangan kasus penistaan agama yang rencananya bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan status sebagai tersangka. Sidang perdana dijadwalkan dilaksanakan pada 13 Desember 2016.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA