Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Surat Terbuka AM Fatwa untuk Ahok: Mulutmu Harimaumu

Kamis 17 Nov 2016 16:08 WIB

Red: Muhammad Subarkah

AM Fatwa

AM Fatwa

Foto: Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, AM Fatwa, mengirimkan surat terbuka untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Politikus senior yang sudah kenyang makan asam garam dunia politik itu meminta Ahok bersikap rendah hati.

Yang lebih penting lagi, Fatwa meminta agar Ahok menjaga lontaran perkataan yang keluar dari mulutnya. "Ahok, peliharalah mulutmu, mulutmu harimaumu," kata Fatwa.

Agar tahu secara lebih lengkap, inilah 'Surat Terbuka AM Fatwa' kepada Ahok tersebut:

==========

Surat Terbuka Untuk Ahok

Saudara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebaiknya bersikap rendah hati dan tidak malah bangga dalam menanggapi dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama, sebagaimana diberitakan di DetikCom tanggal 16 November 2016 dengan judul "Ahok : Mandela Dipenjara Lalu Jadi Presiden, Siapa Tahu Gue Juga".

Ahok tidak pantas menganalogikan dirinya dengan Nelson Mandela, tokoh besar yang dihormati dunia. Sudah tiga kali saya berkunjung ke Afrika Selatan, tempat pembuangan banyak sekali pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia, sekaligus mendalami nurani dan penghormatan luar biasa rakyat Afrika Selatan kepada Mandela yang sangat dicintainya.

Sebagai orang yang jauh lebih tua dan cukup kenal dekat saudara Ahok, dari lubuk hati yang dalam saya menasihati Ahok agar bersikap rendah hati dan jadikanlah peristiwa tersangkanya dalam kasus penodaan agama ini sebagai pelajaran penting dalam kehidupannya.

Menjadi tersangka, terdakwa dan dipenjara, misalnya dalam kasus penodaan agama (Islam) di negeri Muslim terbesar di dunia, dari sudut pandang mana pun tidak pantas dibanggakan oleh seorang Ahok. Saya ingin menagih harapan dan keinginan Ahok yang sering diucapkan perihal kapan dirinya mendapatkan hidayah.

Saya juga mengingatkan, ketika saya hadir dalam pelantikan Ahok menjadi Gubernur di Istana Negara, Rabu 19 November 2014, saat saya bersalaman untuk pamit dengan Presiden Jokowi, dengan disaksikan Wapres Jusuf Kalla, beliau memegang erat tangan saya sambil tiga kali mengucapkan, ''Pak, saya titip Ahok.''

Ahok, peliharalah mulutmu, mulutmu harimaumu

Salam.

AM Fatwa

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA