Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Profil Eko Putro, Mendes PDTT Pengganti Marwan Jafar

Rabu 27 Jul 2016 13:50 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

 Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, bersama jajaran menteri yang baru berfoto bersama usai konferensi pers terkait perombakan Kabinet Kerja ke-2 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7).(Republika/Wihdan Hidayat)

Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, bersama jajaran menteri yang baru berfoto bersama usai konferensi pers terkait perombakan Kabinet Kerja ke-2 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7).(Republika/Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bendahara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Eko Putro Sandjojo resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Ia menggantikan rekan satu partainya, Marwan Jafar.

Pengumuman perombakan atau reshuffle jilid dua diumumkan Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla di teras belakang Istana Merdeka, Rabu (27/7).

Selain politikus, Eko merupakan pebisnis yang pernah menjabat Presiden Direktur PT Humpuss. Sejak 23 September 2009, ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sierad Produce Tbk, yang merupakan perusahaan yang memproduksi pakan ternak, peternakan ayam dan produksi tepung ikan.

Sebelum ditunjuk sebagai Mendes PDTT, Eko pernah menjabat sebagai Deputi Tim Transisi Jokowi. Pada jabatan tersebut, ia membawahi kelompok kerja di bidang perdagangan domestik, peningkatan ekspor, ekonomi kreatif, dan percepatan ekonomi di Papua.

Eko Putro Sanjoyo merupakan lulusan Teknik Elektro di Universitas Kentucky 1991 dan meraih gelar MBA di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Jakarta pada 1993. Dia pernah mengikuti sejumlah kursus kepemimpinan dalam pembangunan pascakonflik yang diselenggarakan oleh Universitas PBB di Amman, Yordania, pada 2000.

Dalam konsep kepemimpinan, Eko mengatakan bahwa seorang pemimpin itu tidak bisa langsung mengambilalih pekerjaan anak buahnya karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Hal itu merupakan kesalahan besar seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus mampu mempersiapkan anak buahnya bekerja dengan baik dan sempurna.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES