Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Sikap Akom Dinilai Berlawanan dengan Posisi Golkar

Ahad 26 Jun 2016 22:34 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ketua DPR Ade Komarudin bersiap melepas keberangkatan kereta ketika mengunjungi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (15/6).

Ketua DPR Ade Komarudin bersiap melepas keberangkatan kereta ketika mengunjungi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (15/6).

Foto: Antara/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Plt) Depinas SOKSI, Ali Wongso berpendapat, penyataan Ketua DPR, Ade Komarudin di forum KNPI versi Darus yang dinilai mendeskreditkan hasil KLB, kurang pantas. Apalagi, Ade Komarudin adalah kader dan tokoh Partai Golkar.

"Akom secara terang-terangan menunjukkan 'berlawanan' dengan posisi Partai Golkar selaku pendukung Pemerintah," kata dia dalam siaran persnya kepada wartawan, Ahad (26/6).

Sebab menurtu dia, seharusnya Akom mengetahui Pemerintah hanya mengakui KNPI hasil KLB dan memiliki SK Menkumham. "Apalagi dalam Rakernasnya diresmikan Menkopolhukkam RI mewakili Presiden RI yang dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto," kata dia.

 

Ali menuturkan, tindakan Akom mengundang reaksi para Pimpinan OKP yang berhimpun di KNPI. Sikap Ketua Bidang Pemuda/ Ketua Umum AMPG Fadh Elfouz yang meminta agar Golkar mencopot Akom dari Ketua DPR dapat dipahami.

 

"Sebab semestinyalah setiap kader apalagi pada posisi di DPR mesti satu visi missi dan sejalan serta konsisten dengan garis politik Partai dibawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto," ucap Ali.

 

Perilaku politik Akom oleh KNPI tersebut dapat ditafsirkan ekspresi yang 'berlawanan' dengan sikap politik Ketum Golkar, Setya Novanto. Sikap itu menurtu Ali seharusnya tidak boleh terjadi.

 

"Seorang Ketua DPR atau posisi apapun di DPR yang berasal dari Fraksi Partai Golkar mutlak hukumnya sejalan dengan kebijakan dan posisi politik Partai Golkar," ucap dia.

"Sebagai Ketua DPR," kata Ali melanjutkan, "Ia tak lepas dari keberadaan nya selaku kader Golkar dan wajib atau harus mampu mengekpresikan dirinya sebagai politisi Golkar negarawan yang konsisten pada koridor garis partainya. Karena itu sikap dan perilaku Akom sebagai Ketua DPR di KNPI tersebut adalah fatal jika sampai pernyataan-pernyatannya bertentangan dengan Ketum DPP Golkar dan kebijakan Partai Golkar."

 

Jika secara sadar melakukan tindakan dan merasa benar, maka menurut Ali, Akom menantang dengan bertentangan pada garis partai. "Maka secara tak langsung sama artinya dengan Akom meminta 'mundur' jika dia berjiwa besar," ucap dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA