Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

'Pertarungan Partai Golkar Belum Berakhir'

Ahad 24 Jan 2016 03:53 WIB

Rep: C21/ Red: Citra Listya Rini

Partai Golkar (ilustrasi)

Partai Golkar (ilustrasi)

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar, dari kubu Aburizal Bakrie dilakukan pada 23-24 Januari 2016. Anggota Partai Golkar, Agun Gunanjar mengatakan pertarungan belum berakhir.

"Bahkan baru dimulai menuju Golkar dengan DPP baru yang lebih demokratis, maju dan mandiri," kata Agun, Sabtu (23/1).

Agun menambahkan hasilnya akan berada saat munas yang dipimpin Tim Transisi nanti. Hal tersebut, dilontarkan Agun setelah menghadiri Rapimnas dari kubu Golkar. Dia mengatakan Rapimnas yang kesemua penyelesaian kisruh kepengurusan harus sesuai dengan UU Parpol.

Dalam pidatonya, sesepuh Partai Golkar, BJ Habibie meminta pemerintah tetap bersikap netral dan tidak memihak dalam menyikapi konflik di internal partai politik (Parpol). Hal itu disampaikan BJ Habibie saat memberikan pidato dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang diselenggarakan kubu Aburizal Bakrie di Jakarta.

Habibie menambahkan jika dirinya memiliki satu kartu partai Golkar. Namun dirinya menegaskan tidak akan memihak salah satu dari kubu yang berseteru, yaitu kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

Datangnya Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkumham ke, Yasona Laoly merupakan intruksi dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Dalam hal ini, dianggap mantan presiden RI Ke-3 sebagai netralitas pemerintah melihat partai beringin sedang dilanda konflik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA