Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Penangkapan Bambang Widjojanto

Menkopolhukam Sebut Dukungan Rakyat ke KPK tidak Jelas

Sabtu 24 Jan 2015 15:52 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Mansyur Faqih

Menko Polhukam Tedjo Eddy Purdijatno

Menko Polhukam Tedjo Eddy Purdijatno

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno menuding KPK telah melakukan provokasi massa. Sehingga muncul gerakan yang mendukung lembaga antikorupsi tersebut. 

Tedjo juga menyebut dukungan pada KPK itu tidak jelas. Mulanya, ia menyatakan kekecewaannya pada pimpinan KPK yang dianggap memperkeruh suasana. Terutama, pernyataan Ketua KPK Abraham Samad yang sudah menyudutkan Polri. 

"Pernyataan yang menyudutkan tidak boleh. Jangan membakar massa, itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan. Konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang akan mendukung," kata dia di Istana Negara, Sabtu (24/1).

Saat ini, perseteruan di antara KPK dan Polri makin meruncing usai Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Mabes Polri Jumat (23/1). Atas penangkapan tersebut, ratusan rakyat datang dan menyampaikan dukungannya pada KPK. 

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri, Bambang tetap pimpinan KPK. "BW tetap pimpinan KPK," kata Abraham, Sabtu (24/1) dini hari tadi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA