Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Pilih Ketum, Zulkifili Hasan Tawarkan PAN Gelar Konvensi

Rabu 21 Jan 2015 05:36 WIB

Red: Hazliansyah

Ketum PAN Hatta Rajasa diapit Ketua MPP PAN Amien Rais dan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Ketum PAN Hatta Rajasa diapit Ketua MPP PAN Amien Rais dan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Zulkifli Hasan menawarkan konvensi sebagai cara dalam pemilihan Ketua Umum.

Dikatakannya, konvensi apabila dilaksanakan secara terbuka dan penuh kesungguhan untuk menemukan pemimpin-pemimpin terbaik diyakini akan diterima dan didukung banyak pihak. Konvensi dan semua proses yang mengikutinya juga akan mempercepat proses pemberdayaan PAN sebagai partai modern.

"Saya menawarkan kepada segenap pemangku kepentingan bangsa ini bahwa PAN secara terbuka dan bersungguh-sungguh bersama elemen bangsa lainnya mencari calon pemimpin terbaik bangsa untuk tahun 2019. Ini merupakan bentuk nyata fungsi partai politik, yaitu merekrut calon pemimpin utama bangsa ini," kata Zulkifli Hasan.

Ketua MPR ini berharap apa yang ia tawarkan ini bisa disambut positif oleh banyak pihak, meski tentunya akan ada juga pendapat negatif terkait konvensi yang dilakukan partai politik.

"Akan tetapi sebagai suatu tradisi yang baik dan umum dilakukan dalam dunia politik di berbagai negara demokrasi maju, sangatlah wajar PAN juga melalukannya. PAN akan bersungguh- sungguh melakukannya. Rakyat dapat menilai dan mengkritisi kesungguhan kami," kata Zul.

Zul juga menambahkan bahwa ketua umum suatu partai tidak harus menjadi calon presiden. Ketua umum partai harus mengembangkan model pengelolaan partai yang memberdayakan dan membuka partisipasi seluas-luasnya.

"Ketua umum partai tidak harus menjadi capres. Sang ketua juga harus ikut berkompetisi mencalonkan diri di konvesi sebagaimana kandidat lainnya," kata Zul yang pernah menduduki jabatan sebagai Sekjen PAN.

Selain demi mendapatkan calon pemimpin nasional, konvensi akan berdampak positif bagi partai.

"Pelaksanaan konvensi secara terbuka untuk kader PAN maupun pihak-pihak eksternal akan mendorong kepercayaan diri kader dan pengurus serta menunjukkan PAN adalah partai yang mendorong kesentaraan dan kesempatan untuk semua pihak," ungkap Bang Zul.

Menurut Zul, ide konvensi ini juga bertujuan untuk menghapus stigma bahwa partai politik hanya menjadi kendaraan pribadi ketua umumnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA