Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Yusril: Survei LSI Sering Gak Bener

Sabtu 22 Nov 2014 12:10 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA merilis temuan bahwa terjadi kemerosotan kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi.

Keputusan Jokowi menaikkan harga bahan bakar (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk jenis premium dan solar membuat beban hidup masyarakat bertambah. Alhasil, menurut LSI, kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi di bawah 50 persen atau tepatnya 43,82 persen.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, meski survei LSI sering meleset, namun Jokowi sebaiknya tidak meremehkan temuan itu. "Walau sering gak bener mbokya eling lan waspada lho Mas," katanya melalui akun Twitter, @Yusrilihza_Mhd. Dia mengomentari survei kepuasan Jokowi dengan membagi tautan media daring yang memuat temuan LSI.

Ketika ditanya akun @masruri_m_h tentang ketidakbenaran LSI, Yusril menjawab singkat. "Survey LSInya yg sering gak bener. Perhatikan konteks kalimat saya," ujarnya. "Kalo baca berita LSInya saya yakin gak akan salah paham. Baca deh," kata mantan menteri sekretaris negara itu. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA