Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

KH Alawy Muhammad, Ulama Yang Berani Menentang Soeharto

Selasa 11 Nov 2014 05:42 WIB

Red: Taufik Rachman

KH Alawy Muhammad

KH Alawy Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG -- Ulama kharismatik di Pulau Garam, Madura yang dikenal sebagai pembela rakyat kecil dalam kasus "berdarah" Waduk Nipah di Kabupaten Sampang KH Alawy Muhammad, Senin (10/11) sekitar pukul 16.30 WIB, berpulang ke Rahmatullah.

"Sejak sebulan terakhir ini, KH Alawy memang sering sakit-sakitan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang," tutur keluarga almarhum, Nurullah, di rumah duka di Dusun Tanggumung, Desa Karongan, Sampang, Senin (10/11) malam.

Karena kondisinya kian memburuk, maka KH Alawy pun dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya di kawasan Perak, Surabaya, sejak Minggu (9/11). Namun, di ruang ICU (intensive care unit) RS PHC itu, kondisi pengasuh Pesantren At-Taroqy, Sampang itu justru kian memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia. Innalillahi...

Kabar wafatnya tokoh ulama kharismatik Madura asal Sampang ini cepat menyebar ke masyarakat, baik ulama pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, maupun jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), karena KH Alawy merupakan tokoh yang dikenal getol berjuang di partai berasaskan Islam itu.

Bahkan, kabar tentang wafatnya ulama sepuh itu juga segera menyebar ke kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Sampang. Beberapa orang pejabat teras di lingkungan Pemkab Sampang, bahkan terlihat sudah berada di rumah duka sejak Senin (10/11) malam.

"Kami merasa sangat kehilangan. Beliau merupakan tokoh ulama yang dikenal kharismatik," kata Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono di rumah duka.

Ratusan orang, sejak Senin (10/11) petang atau sebelum jenazah tiba sudah terlihat memadati rumah duka di kompleks Pesantren At-Taroqi, Dusun Tanggumung, Desa Karongan, Sampang.

Sejumlah personel polisi dari Polres Sampang, terlihat berjaga-jaga di sekitar pondok pesantren dan sebagian mengatur arus lalu lintas dari arah Kota Sampang yang hendak menuju Kecamatan Kedungdung dan sebaliknya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans pembawa jenazah almarhum tiba di rumah duka. Ya, KH Alawy memang menjadi tokoh banyak kalangan, termasuk KH Alawy juga dikenal sebagai pembela rakyat kecil yang paling berani saat pemerintahan Orde Baru masih berkuasa.

"Kiai Alawy ini merupakan ulama yang berani melawan siapapun saat itu," kata Sekretaris DPC PPP Pamekasan yang juga pengasuh pondok Pesantren Jungcangcang, KH Wazirul Jihad.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB