Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Tutur Kata 'Anak Buah' Jokowi ini Dinilai Seperti Pejabat Orba

Kamis 23 Oktober 2014 03:00 WIB

Red: Ichsan Emerald Alamsyah

Presiden terpilih Joko Widodo bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno dan 4 deputi kantor transisi Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal seusai meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin

Presiden terpilih Joko Widodo bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno dan 4 deputi kantor transisi Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal seusai meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin

Foto: Yasin Habibi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Golkar Indra J Piliang mengkritik pernyataan mantan deputi tim transisi Jokowi, Andi Wijajanto. Andi sebelumnya menegaskan pihak manapun yang berspekulasi terkait nama-nama yang masuk kabinet melanggar rahasia negara.

Alasannya, karena dokumen itu hanya diberikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ke presiden. Melalui akun twitternya, @IndraJPiliang, mengatakan "Rahasia negara nih yeeee! Parah amat nih bahasanya Andi Widjajanto. Mau nangkap siapa, Boss??? Orbais kali bahasamu."

Ia melanjutkan, "Selama ini Tim Transisi ngomong rahasia negara ttg program A-Z, pdhl Presiden belum dilantik? Bikin rempong Presiden di mata publik,"

Ia juga mengatakan ucapan Andi seakan-akan menekan media. "Mau nekan pers ya, Bung Andi? Ingat, selain soal rahasia2an, jg ada UU Kebebasan Informasi Publik, Pers dll. Orbais sekali bhs anda!

Ia menambahkan,"Tim transisi yg suka nlp pemred, redpel,dll, selama ini anda tdk tegur? Agar kali diliput. Skrg bicara rahasia negara. Gaya kali, Bung!"

Terakhir, cuitannya, Indra menegaskan,"Tampar mulut anda sendiri Bung Andi Widjajanto. Itu anda pernah bilang, ada CV-CV menteri masuk ke Tim Transisi, tmsk politisi Golkar!"

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA