Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Pilkada Lewat DPRD

Demokrat Walkout, PDIP Salahkan SBY

Jumat 26 Sep 2014 16:46 WIB

Rep: Muhammad Akbar Wijaya/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah

  Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo membacakan Naskan Proklamasi saat Upacara HUT Ke-69 RI di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Ahad (17/8).    (Republika/Agung Supriyanto)

Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo membacakan Naskan Proklamasi saat Upacara HUT Ke-69 RI di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Ahad (17/8). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PDI Perjuangan menyalahkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas aksi meninggalkan sidang (walkout) yang dilakukan Fraksi Partai Demokrat dalam sidang pengambilan keputusan tingkat II pengesahan RUU Pilkada. PDI Perjuangan menganggap SBY gagal mengontrol Fraksi Demokrat memperjuangkan pilkada langsung.

"Pak SBY itu produk yang dipilih langsung rakyat. Dia mengingkari masyarakat Indonesia yang ingin pemilihan langsung," kata Tjahjo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jum'at (26/9). Tjahjo heran dengan walkout yang dilakukan Demokrat. Pasalnya walkout itu dilakukan justru saat Fraksi PDIP, Hanura, dan PKB mendukung 10 syarat pilkada langsung yang diajukan Demokrat.

Semestinya, kata Tjahjo, Demokrat berusaha memperjuangkan pilkada langsung dalam paripurna. "Ada plus minusnya (pilkada langsung). Mari perbaiki. Jangan mengecilkan kedaulatan rakyat," katanya.

Setelah perdebatan panjang, interupsi bertubi-tubi, dan proses lobi yang alot, sidang paripurna DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) lewat mekanisme voting. Mayoritas wakil rakyat menghendaki mekanisme pilkada diubah dari langsung menjadi tidak langsung melalui DPRD.

"Untuk pilkada langsung ada 135 orang. Yang memilih pilkada melalui DPRD ada 226 orang. Dari total 361 orang yang hadir," kata pimpinan sidang paripurna, Priyo Budi Santoso saat membacakan hasil voting, Jum'at (26/9) dini hari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA