Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Tak Menangkan Jokowi-JK, PKB Ancam Sanksi Kader

Kamis 29 May 2014 16:29 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kedua kanan), saat Tasyakuran Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kedua kanan), saat Tasyakuran Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta.

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON - DPW PKB Maluku menyatakan, kader yang tidak memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat Pilpres pada 9 Juli 2014, terancam dikenakan sanksi. "Sanksinya sesuai pelanggaran yang dibuat kader dan itu pun melalui mekanisme ketentuan partai," kata Sekretaris DPW PKB Maluku, Asmin Matdoan, di Ambon, Kamis (29/5).

PKB bersama PDIP, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI di Maluku telah mendeklarasikan tim pemenangan di Ambon pada 28 Mei 2014. "Jadi seluruh kader harus menaati keputusan yang telah diputuskan DPP PKB untuk memenangkan Jokowi-JK saat Pilpres nanti," ujarnya.

Karena itu, para kader dan simpatisan diinstruksikan agar bekerja keras untuk memenangkan Jokowi-JK di sembilan Kabupaten dan dua Kota di Maluku. "Kami dengan motivasi telah berhasil mengantarkan Rohani Vanath menuju Senayan melalui Pileg pada 9 April 2014 siap memenangkan Jokowi-JK bersama oarpol pengusung lainnya, yakni PDIP, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI," kata Asmin.

Dia mengakui, koalisi Parpol pengusung Jokowi-JK di Maluku telah menargetkan memperoleh suara sekitar 75 persen dengan daftar pemilih sementara (DPS) Pilpres 2014 lebih dari 1,2 juta pemilih. "Pastinya meyakinkan pemilih tidak boleh dengan kampanye hitam, jangan Golput dan melakukan politik uang karena itu tidak sesuai dengan cerminan hidup orang basudara sebagai warisan leluhur Maluku," tegas Asmin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA