Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Basis Massa NU Diprediksi Tersedot Dukung Prabowo-Hatta

Rabu 28 May 2014 09:42 WIB

Red: Indira Rezkisari

Marching Band Sahabat pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo-Hatta beraksi memainkan musik saat car free day di Bundaran HI, jakarta, Ahad (25/5). Marching band ini diiringi sekitar 50 simpatisan selain untuk menghibur warga juga untuk mensosialisa

Marching Band Sahabat pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo-Hatta beraksi memainkan musik saat car free day di Bundaran HI, jakarta, Ahad (25/5). Marching band ini diiringi sekitar 50 simpatisan selain untuk menghibur warga juga untuk mensosialisa

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio mengatakan basis massa Nahdlatul Ulama (NU) bisa tersedot oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, berkat keberadaan sosok Rhoma Irama, Mahfud MD, dan Ahmad Dhani.

"Di tubuh PKB, ada koalisi Ramadhan yaitu Rhoma Irama, Mahfud MD, dan Ahmad Dhani (mendukung Prabowo-Hatta). Seandainya koalisi Ramadhan ini kampanye secara massif maka dukungan massa NU yang menjadi tulang punggung PKB akan tersedot ke Prabowo-Hatta," kata Agung, Rabu (28/5).

Agung menilai koalisi Rhoma Irama, Mahfud MD, dan Ahmad Dhani merangkul tipe pemilih NU dari berbagai segmen sementara koalisi PKB pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dipelopori Muhaimin Iskandar dan Khofifah Indraparawangsa mayoritas merangkul tipe pemilih NU yang berbasis pesantren di Jawa Timur.

"Kubu Ramadhan tampaknya lebih kuat magnetnya daripada Muhaimin dan Khofifah yang mayoritas merangkul basis pesantren, karena Mahfud MD punya dukungan yang cukup kuat juga dalam kategori pesantren di Jawa Timur," ujar dia.

Meskipun demikian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menekankan seluruh basis massa PKB tetap solid mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurut Cak Imin jika ada satu dua tokoh PKB yang mendukung Prabowo-Hatta maka itu hanyalah dukungan personal. "Kalau ada tokoh yang ingin pilih lain silahkan pilih tapi jangan menjelek-jelekan sesama warga NU dan PKB. Perjuangan ini mulia, bukan kepentingan pribadi," ujar Cak Imin dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jawa Timur di Surabaya beberapa waktu lalu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA