Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Arbi Sanit: JK-Jokowi Berpotensi Munculkan Matahari Kembar

Selasa 01 Apr 2014 18:28 WIB

Red: Taufik Rachman

Jokowi

Jokowi

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wacana untuk memasangkan calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Pemilu 2014 hendaknya dikaji ulang, kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit.

"Jika Jokowi dipasangankan dengan JK dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, akan sulit bekerja sama dan bahkan berpotensi untuk menyandera Jokowi," katanya ketika dihubungi melalui telepon selulernya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kinerja JK cukup baik, yakni cenderung cepat mengambil tindakan dan membuat keputusan, seperti halnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Perbedaannya, katanya, kalau ada ketidakcocokan Jokowi dan Ahok, penyelesaiannya secara internal dan tidak ditunjukkan kepada publik.

Jusuf Kalla, kata dia, suka bertindak sendiri, tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pasangannya, sehingga berpotensi memunculkan "matahari kembar".

"Jika ada perbedaan pandangan, Pak JK suka menunjukkan kepada publik untuk mencitrakan dirinya hebat. Ini akan menjadi masalah," katanya.

Arbi Sanit mengemukakan saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada periode 2004-2009, JK banyak bertindak sendiri sehingga menimbulkan "matahari kembar".

Jika JK menjadi pasangan Jokowi dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, Arbi Sanit memperkirakan JK akan mengulangi skenario pemerintahan 2004-2009.

"Setelah JK terpilih sebagai wakil presiden, ia kemudian merebut kepemimpinan Partai Golkar dan mengajaknya ke pemerintahan, yang kemudian banyak mengontrol pemerintahan," katanya.

Sementara itu, katanya, jika Jokowi sebagai presiden, tentu memiliki mandat dari partainya, yakni PDI Perjuangan.

Arbi Sanit mengemukakan hal itu akan mengundang konflik dengan PDI Perjuangan yang tidak akan membiarkan adanya "matahari kembar".

Ia mengemukakan perlunya PDI Perjuangan mencari figur calon wakil presiden yang lebih tepat untuk mendampingi capres Jokowi.

Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa, JK dianggap paling tepat mendampingi Joko Widodo atau Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2014.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB