Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

JK: Kasus Atut Tak Pengaruhi Suara Golkar Secara Nasional

Ahad 22 Des 2013 20:52 WIB

Red: Taufik Rachman

Jusuf Kalla (left) and Aburizal Bakrie (right) are both Golkar Party cadres. (file photo)

Jusuf Kalla (left) and Aburizal Bakrie (right) are both Golkar Party cadres. (file photo)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan suara Partai Golkar tidak akan terpengaruh secara nasional pascapenetapan tersangka salah satu kadernya, Ratu Atut Chosiyah, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus suap Pilkada Lebak, Banten.

"Suara Golkar mungkin terpengaruh secara regional, tapi tidak secara nasional," kata Jusuf Kalla usai peluncuran novel "Athirah" di Jakarta, Minggu.

Kalla mengatakan organisasi partai juga tetap berjalan sebagaimana mestinya, meski Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Golkar itu saat ini tengah ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur."Mau penjara atau bagaimana, ya organisasi tetap jalan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie merasa optimistis perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2014 tidak akan jatuh karena terlibatnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tersebut.

"Tentu pertama kita harus hargai bahwa ada asas praduga tak bersalah, kedua kita harapkan bahwa perlu kita kasih satu perhatian fokus pada penyelesaian masalah hukumnya. Saya kira itu saja," katanya.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiyah pada Selasa (17/12) telah dinyatakan sebagai tersangka dalam sengketa Pilkada Kabupaten Lebak serta kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat Kesehatan di Provinsi Banten.

Atut terseret dalam kasus dugaan suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, bersama adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Wawan sendiri sudah terlebih dahulu dinyatakan sebagai tersangka dalam dugaan suap tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA