Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Pengamat: Jokowi/Aher Bisa Diduetkan Jadi Capres/Cawapres 2014

Rabu 27 Nov 2013 12:22 WIB

Red: Didi Purwadi

Pemilu 2014

Pemilu 2014

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengamat Ilmu Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Karim Suryadi, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dinilai pantas diduetkan sebagai calon presiden/wakil presiden RI pada Pemilu 2014.

"Kalau ada wacana itu (menduetkan Joko Widodo-Ahmad Heryawan sebagai capres/cawapres RI), menurut saya itu bagus ya," kata Karim Suryadi, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu.

Ia menuturkan duet pasangan Jokowi-Aher pada Pemilu 2014 ini bisa dikatakan sebagai duet pasangan ideologis nasional-Islam yakni Jokowi yang berasal dari PDI Perjuangan (ideologis nasionalis) dan Aher dari PKS (ideologis Islam).

Ada kesamaan mendasar antara Jokowi dan Aher, kata Karim, yakni keduanya sama-sama merupakan seorang pejabat karier yang berasal dari daerah yaitu menjabat sebagai gubernur.

Menurut dia, duet Jokowi-Aher ini juga dinilainya dapat meraih simpati dari masyarakat Indonesia di tengah-tengahnya nama sejumlah capres/cawapres RI yang sudah ada seperti Aburizal Bakrie (Partai Golkar), Prabowo (Partai Gerindra), Wiranto (Partai Hanura) dan Gita Wirjawan.

"Sejatinya karena faktor Jokowi bukan preferensi ideologis. Kendati demikian, format ini akan membuat nyaman pemilih yang komit pada Islam sebagai pandangan hidup," kata Karim.

Karim mengatakan duet Jokowi-Aher ini bisa direalisasikan pada Pemilu 2014 jika PDI Perjuangan mau menerimanya.

"Duet ini sangat tergantung pada sikap PDI Perjuangan,'' katanya. ''Dalam artian, mau nggak PDI Perjuangan mewujudkan duet ini.''

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB