Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Pengamat: Caleg Ganda, Caleg dan Partainya Sama-sama Salah

Selasa 30 Apr 2013 21:31 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: A.Syalaby Ichsan

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay

Foto: Republika/Amin Madani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Partaonan Daulay  mengatakan, fenomena calon anggota legislatif ganda muncul karena kesalahan caleg dan partai yang mengusung caleg itu sendiri.

“Baik caleg maupun partainya sama-sama salah,” katanya di Jakarta, Selasa (30/4). Caleg ganda antar partai, ujar Saleh, muncul karena caleg tersebut tidak konsisten ketika mendaftarkan diri di suatu parpol.

Kemungkinan, caleg tersebut khawatir namanya tidak lolos di suatu partai maka dia mendaftar di parpol lain. Harapannya, jika tidak lolos di partai pertama, dia masih bisa lolos di partai lain. Saleh menjelaskan, Parpol pun tidak selektif dan ketat dalam mengawasi para calegnya.

Sehingga calegnya ada yang menjadi caleg di partai lain. Seharusnya, ujar Saleh, parpol memberikan pembekalan kepada caleg-calegnya terlebih dulu. Dalam pembekalan, parpol harus tegas menyatakan caleg tidak boleh mendaftar di dua partai.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES