Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Ini Alasan Ical Jadi Capres

Ahad 14 Okt 2012 22:58 WIB

Red: Djibril Muhammad

Aburizal Bakrie

Aburizal Bakrie

Foto: Ismar Patrizki/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, dirinya maju sebagai calon presiden 2014 bukan semata-mata untuk merebut kekuasaan, tapi demi mensejahterakan masyarakat Indonesia.

"Kalau ditanya kenapa saya mau maju sebagai calon presiden. Kalau soal harta, alhamdulillah saya sudah cukup. Kalau untuk popularitas, mungkin tidak. Yang jelas, saat menjabat Menko Kesra, saya banyak melihat pelbagai persoalan bangsa yang belum selesai. Karena itu, masyarakat Indonesia harus lebih sejahtera dari yang ada sekarang," kata Ketum DPP PG Aburizal Bakrie saat tanya jawab dengan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sahabat ARB Jakarta Utara di Pasar Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (14/10).

Pada pertemuan tersebut sebelumnya dibacakan teks deklarasi sebagai dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden (capres) Partai Golkar. 

Acara yang bertajuk "Rakyat Maju, Bangsa Maju" tersebut selain di hadiri Ketua Umum Aburizal Bakrie, turut hadir Wakil Ketua Umum Sharif Cicip Sutardjo, Ketua PP Jawa1 Ade Komarudin, Aulia Rahman, Fuad Hasan Mansyur, Rizal Malarangeng, Ade Supriyatna, Tantowi Yahya, Bambang Wiyogo, Rusmin Effendy dan Ketua DPD II Golkar Jakarta Utara Olsu Babay.

Menurut Aburizal Bakie, untuk membenahi Indonesia, tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat untuk bersama-sama meringankan beban rakyat miskin dan juga membangun bangsa. Dalam kesempatan itu Ical memohon dukungan dan mendoakannya.

Dihadapan ratusan PKL, Aburizal Bakrie juga menambahkan, saat masih kecil dirinya juga pernah berjualan kaos dan benang gelasan dan memahami bagaimana nasib menjadi pedagang kecil. Karena itu, Ical mengaku sangat tahu betul bagaimana nasib dan perjuangan pedagang kecil yang selalu kesulitan modal dan diusir-usir petugas. 

"Saat saya menjabat Menko Kesra pada 2007, saya berhasil membuat Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pedagang kecil. Karena itu, saya berjanji akan memperbaiki nasib para PKL dan usaha mikro/UMKM lainnya. PKL tidak boleh diusir-usir dan harus di tata dengan baik, termasuk untuk mendapat bantuan pembiayaan. Pemberiaan KUR harus bersifat merata bagi para pedagang, jangan ada diskriminasi," katanya.

Dalam acara deklarasi itu, Aburizal Bakrie sempat menyematkan rompi kepada relawan PKL Sahabat ARB. Sahabat ARB sendiri merupakan relawan pendukung ARB di luar Partai Golkar. Sedikitnya, 1.500 pedagang kali lima tergabung dalam relawan dan sahabat ARB ini.

Usai melakukan dialog dengan PKL, Aburizal Bakrie dan rombongan melakukan kunjungan ke perkampungan Buruh Pelabuhan di Kecamatan Koja dan berdialog dengan masyarakat sambil meresmikan posko 'ARB Fand Club'.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA