Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Upss... Yenny Wahid Juga Punya Pengalaman 'Pahit' dengan Andi Nurpati

Jumat 17 Jun 2011 20:01 WIB

Rep: C19/ Red: Djibril Muhammad

Yenny Wahid

Yenny Wahid

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI), Yenny Zanuba Wahid ternyata punya pengalaman tak mengenakkan dengan mantan anggota KPU, Andi Nurpati. Andi --disebut Yenny-- juga pernah mengabaikan keputusan hukum Mahkamah Agung (MA) saat 'kisruh' Ketua Umum Dewan Syuro PKB antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), beberapa tahun lalu.

Sehingga, Direktur Wahid Institute ini mengatakan, jika sekarang Andi Nurpati tersandung masalah pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) dirinya tak kaget. Bahkan --di kalangan orang-orang Pro Gus Dur-- masalah Andi ini bukan sesuatu yang baru lagi. Karena mereka pernah mengalami sendiri bagaimana sikap Andi tersebut.

"Tanya saja orang- orang di PKB yang setia pada Gus Dur, siapa Andi Nurpati itu. Pasti semua akan tahu," ungkapnya, usai berdialog pada Forum Wahid Institute, Jumat (17/6).

Menurut Yenny Wahid --sapaan akrabnya-- keputusan MA jelas-jelas menegaskan bahwa Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Namun --saat itu-- KPU tetap mengabaikannya. Sehingga, ia pun sempat melakukan protes, yang kebetulan sasaran protes itu ditujukan kepada Andi Nurpati. "Tetapi apa yang kami terima, Andi justru mengacuhkan kami," bebernya.

Bahkan, ia mengungkapkan Andi menelantarkan dirinya di ruangan kerjanya, dengan alasan putusan hukum MA tersebut akan dikonsultasikan kepada anggota KPU yang lain. "Saat itu, Andi tak mau muncul lagi menemui saya di ruangannya," tutur Yenny.

Andi, lanjutnya, juga ditengarai mengaburkan fakta hukum dengan menelpon sejumlah Ketua KPU di daerah untuk mengakui PKB Cak Imin, meski secara keputusan MA Gus Dur lah pemegang kewenangan di PKB. Ia juga mengungkapkan, seandainya KPU saat itu tidak mengabaikan keputusan MA, cerita PKB akan lain.

Pasalnya, keputusan MA ini memiliki implikasi yang sangat besar bagi perjalanan PKB pada saat itu. "Cak Imin juga tidak bisa berjalan sendiri dan harus tetap melibatkan kita. Yang paling berpengaruh lagi, PKB tidak bakal kehilangan suara hingga 75 persen pada pemilu selanjutnya," papar Yenny.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA