Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Rindu Menang Pilgub Jabar

Pakar Nilai Faktor Emil Kuat Dipilih Milenial

Selasa 10 Jul 2018 20:20 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Foto: Republika TV/Fakhtar Khairon
Kedua kandidat ini sangat kuat dalam meraih simpati pemilih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- KPU Jabar menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai pemenang pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Faktor figur sangat berkontribusi terhadap kemenangan tentunya, tanpa mengurangi peran partai.

Menurut pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran Firman Manan, kedua kandidat ini sangat kuat dalam meraih simpati pemilih. Kata dia, sosok Ridwan Kamil sejak awal sudah unggul dibanding kandidat lainnya. "Dia sudah populer, juga sudah menyiapkan diri, sekitar 2 tahun sejak disebut-sebut," ujar Firman, kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Firman, Emil unggul secara kualitas personal. Karena memenuhi kriteria, Emil dinilai punya latar belakang teknokrat, leadership, pengalaman, dan integritas.

Selain itu, Emil mampu meraih ceruk pemilih muda yang jumlahnya cukup banyak. "Kemampuan basis massa milenial. Ini jadi keunggulan, dibanding paslon lain. Pemilih milenial ini 11 juta, 30 persen," katanya.

Sedangkan untuk sosok Uu, kata dia pengalaman dan kualitasnya tidak perlu diragukan. Karena, menjabat Bupati Tasikmalaya 2 periode. Tak hanya itu, yang tidak kalah penting adalah latar belakang politisi PPP ini yang berasal dari pesantren. "Menarik pemilih Islam tradisional, ini perannya Kang Uu," katanya. 

Hal ini, kata dia, terbukti dengan kemenangan Rindu di priangan timur, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. "Kang Uu basisnya di sana, merepresentasikan Islam tradisional," katanya. 

Dengan karakter ini, Firmam menilai, Uu melengkapi Ridwan Kamil yang dikenal sosok nasionalis. Saat menjabat nanti, Firman memprediksi Emil akan diuntungkan karena berpasangan dengan Uu. Karena, Uu tidak terlalu menonjolkan ego pribadinya.

"Kalau Kang Emil kan sosok high profile, leadership-nya kuat. Jadi ada baiknya didampingi figur low profile, yang tidak memunculkan diri sendiri," katanya.

Firman optimistis, kedua pemimpin ini akan tetap seiring sejalan hingga akhir masa jabatan. "Ini sisi positifnya Kang Uu, tidak akan ada pecah kongsi. Di beberapa kasus, ketika kemudian wakilnya terlalu bersemangat, akan berbeda kejadiannya," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA