Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Pesan Ketum MUI untuk Pemenang Pilkada Serentak 2018

Jumat 29 Jun 2018 15:34 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andri Saubani

 Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Deli, Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Jumat (29/6).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Deli, Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Jumat (29/6).

Foto: Republika/Muhyiddin
KH Ma'ruf Amin mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 yang aman dan lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin mengapreasi Pilkada Setentak 2018 yang dapat diselenggarakan dengan aman dan lancar. Dia pun berpesan kepada gubebur baru yang terpilih nantinya bisa bertanggung jawab dan tidak mengecewakan rakyat.

"Bagi yang terpilih tentu ini menurut saya ini tanggung jawab. Kemenangan itu adalah berarti keepercayaan masyarakat kepada dia. Nah kepercayaan itu harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," ujar Kiai Ma'ruf saat ditemui Republika.co.id di kediamannya Jalan Deli Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Jumat (29/6).

Rais Aam PBNU ini menjelaskan, bahwa kepercayaan masyarakat, khususnya umat Islam sangat besar terhadap gubernur atau bupati/wali kota yang terpilih dalam Pilkada Serentak tahun ini. Karena itu, kata dia, tidak boleh membuat kecewa rakyat.

"Kepercayaan masyarakat, kepercayaan umat begitu besar. Dia harus bersyukur gitu loh karena dipercaya. Karena itu, maka dia harus bisa melaksanakan tugas, jangan mengecewakan," ucapnya.

Kiai Ma'ruf menyampaikan hal ini karena sebelumnya masih banyak pemimpin daerah yang terjerat korupsi, sehingga tidak bisa menyelesaikan tanggung jawabnya karena ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Masa yang lalu itu banyak yang mengecewakan, gubernur di KPK, bupati masuk KPK. Ini kan mengecewakan. Kepercayaan masyarakat kepada dia, terus dia salah tindakan," katanya.

Menurut Kiai Ma'ruf, banyaknya gubernur atau bupati yang terjerat KPK tersebut harus menjadi cerminan bagi gubernur yang terpilih pada Pilkada Serentak 2018. Sehingga, ke depannya tidak melakukan korupsi.

"Nah masa lalu itu seharusnya jadi cerminan supaya jangan sampai lagi para pejabat, gubernur itu menyalahgunakan kepercayaan masyarakat. Jangan lah buat masyarakat kecewa. Masyarakat ini ingin lebih baik dan ingin pemimpin yang bertanggung jawab dan negara ini lebih bagus lagi," jelasnya.

photo

Infografis Pilkada Serentak 2018

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA