Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

TPS Horor Hingga Nuansa Piala Dunia

Kamis 28 Jun 2018 15:02 WIB

Red: Budi Raharjo

Petugas KPPS di TPS 7 Keljrahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang mengenakan kostum horor, pada pemungutan suara pilgub Jawa Tengah 2018, Rabu (26/6). Tema horor dipilih untuk menarik warga menggunakan hak suaranya.

Petugas KPPS di TPS 7 Keljrahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang mengenakan kostum horor, pada pemungutan suara pilgub Jawa Tengah 2018, Rabu (26/6). Tema horor dipilih untuk menarik warga menggunakan hak suaranya.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Panitia juga menyiapkan doorprize bagi mereka yang telah memberikan hak pilihnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga lingkungan RT 07/RW 03 Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, punya cara unik menarik warga mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan hak pilih. Mereka membuat TPS dengan tema horor untuk pemungutan suara yang dilaksanakan pada Rabu (27/6).

Tema ini dipilih bukan karena permukiman mereka berada di tengah-tengah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota yang merupakan TPU terbesar di Kota Semarang. "Justru kami membuat TPS horor ini untuk menarik warga, agar semua berbondong- bondong mendatangi TPS," kata Ketua KPPS 07 Kelurahan Randusari, Krisyanto.

Berdasarkan pantauan di lokasi, TPS horor atau TPS 07 Kelurahan Randusari ini cukup unik. Seluruh petugas KPPS semuanya mengenakan kostum dan berdandan layaknya hantu.

Sebut saja hantu pocong, kuntilanak, demit, hingga genderuwo. Di dalam TPS juga dipasang beragam instalasi khas yang bernuansa horor. Seperti maneken yang dililit dengan tambang dan digantung pada rangka atap sehingga mirip dengan sosok yang tengah gantung diri.

Di bagian lain juga ada keranda berisi sesosok mayat yang telah terbujur kaku dan terbungkus kain kafan atau mayat yang masih ditutup dengan kain, tumpukan tulang belulang hingga batu nisan. Tak lupa bunga mawar yang disebar di beberapa sudut TPS.

Krisyanto menuturkan, tema ini dipilih karena warga menginginkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 memiliki suasana yang lebih unik dan berbeda dengan TPS lainnya. Saat ditanya apakah ini justru tidak membuat warga takut, ia mengungkapkan, lingkungan mereka berada di kawasan Gunung Brintik dan lokasinya berada di tengah kompleks TPU Bergota.

Jadi, warga sudah terbiasa dan tidak merasa takut walaupun permukiman mereka berada di tengah area permakaman umum. "Justru kami mengangkat tema honor agar warga tertarik datang ke TPS melakukan pencoblosan," katanya.

Salah seorang pemilih, Karni (53), mengamini tidak merasa canggung atau takut menggunakan hak pilihnya di TPS 7 atau TPS horor ini. "Lah kami ini sudah biasa hidup berdampingan dengan ribuan nisan dan makam," katanya.

photo

Panitia Pemungutan Suara di TPS 07, RT 08, RW 02, Kebonsari, Jambangan, Surabaya mengenakan kostum wayang orang untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilgub Jatim 2018.

Lain lagi di TPS 07 di RT 08/RW 02, Kebonsari, Jambangan, Surabaya. Di sana, penjaga TPS mengenakan kostum wayang orang, lengkap dengan aksesorinya. Gambar beberapa destinasi wisata di Jawa Timur juga terpasang di dinding-dinding TPS. "Jadi, kita gunakan pendekatan budaya dan wisata. Untuk budayanya, kita wujudkan dengan mengenakan kostum wayang orang dan untuk wisatanya adalah gambar-gambar.

Yang di dalam itu merupakan destinasi wisata yang ada di Jatim, seperti Kawah Ijen dan sebagainya," kata Ketua RW 02 Legowo Setyawan (64) saat ditemui Republika, Rabu (27/6).

Legowo mengungkapkan, tema budaya dan wisata sengaja diterapkan di TPS tersebut untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada gelaran Pilgub Jatim 2018. Harapannya, masyarakat bisa tertarik untuk mendatangi TPS dan tidak bosan meskipun harus menung gu giliran untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Memperbesar partisipasi pemilih agar mereka tertarik datang ke sini. Sekaligus bisa menjadi hiburan bagi warga saat menunggu giliran mencoblos. Kan bisa selfie-selfie gitu," ujar Legowo.

photo

TPS XI Kelurahan Mulyagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menyajikan nuansa Piala Dunia untuk menarik minat warga, Rabu (27/6).

Di TPS XI Perumahan Bumi Asri Blok M Nomor 8, Kelurahan Mulyagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, juga memiliki cara unik lain lagi. TPS ini memanfaatkan momentum Piala Dunia 2018 untuk meningkatkan ketertarikan mencoblos.

"Secara momentum, karena ini pas dengan momen Piala Dunia yang bersamaan dengan penyelenggaraan pilkada. Kita manfaatkan agar demam Piala Dunia juga mewarnai semua aktivitas kehidupan, termasuk pilkada," kata Ketua RW Haris Tofly.

Selain bernuansa Piala Dunia, TPS juga menyediakan camilan yang dapat diambil sembari menunggu antrean coblosan. Kemudian juga menyiapkan doorprize bagi mereka yang telah memberikan hak pilihnya. "Dengan modal ini, yang termotivasi untuk hadir dapat doorprize. Ada kaus jersey, sembako, dan sebagainya," kata dia.

Menurut Haris, doorprize dapat diambil setelah warga melakukan pencoblosan dengan bukti tinta di jari. Setelah itu mereka diminta mengambil undian bertuliskan doorprize untuk mencoba peruntungan. Jika beruntung, mereka tentu akan mendapatkan hadiah yang seluruhnya disediakan dari uang pribadi sendiri.

Warga, Arum Kartikawati, menilai konsep yang diberikan TPS sangat bagus dan unik. "Bagus soalnya mumpung Piala Dunia biar semangat untuk me motivasi warga mencoblos. Dan dapet undian yang hadiahnya kaus jersey," ujarnya. ¦ wilda fizriyani, bowo pribadi, dadang kurnia ed: agus raharjo

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA