Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Iriawan Gelar Teleconference Kesiapan Pilkada

Selasa 26 Jun 2018 13:10 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Rahmat Santosa Basarah

Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan (keempat kiri) didampingi Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat (keempat kanan) mendengarkan penjelasan Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok (tengah) saat peninjauan kesiapan logistik Utama Pilkada serentak 2018 Jawa Barat di Kantor Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat, Senin (25/6).

Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan (keempat kiri) didampingi Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat (keempat kanan) mendengarkan penjelasan Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok (tengah) saat peninjauan kesiapan logistik Utama Pilkada serentak 2018 Jawa Barat di Kantor Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat, Senin (25/6).

Foto: Antara/Novrian Arbi
Seluruh logistik sudah tidak ada masalah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Mochammad Iriawan menggelar teleconference kesiapan pilkada serentak dengan seluruh 27 kabupaten/kota. Telekonferensi tersebut dipusatkan di ruang Desk Pilkada Gedung Sate, Bandung, Selasa (26/6), satu hari jelang pencoblosan, Rabu (27/6). Pj Gubernur didampingi Sekda Jabar Iwa Karniwa dan Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq. Dalam teleconference tersebut, Iriawan memastikan sejumlah hal sudah berjalan dan ditangani dengan baik. Pertama, soal distribusi logistik dan hambatan yang terjadi di lapangan.

Iriawan mengatakan, dari laporan yang diterimanya dalam koordinasi dengan KPU di 27 kabupaten/kota beberapa hari lalu, seluruh logistik sudah tidak ada masalah. “Kalau ada persoalan, laporkan segera. Ada waktu 18 jam untuk mengurai kendala di kabupaten/kota,” katanya. Hal lain yang ditekankan Iriawan adalah kepastian soal pemilih berusia 17 tahun yang baru memiliki hak pilih dan ribuan pensiun TNI/Polri apakah sudah didata. Ia memiliki data tersebut, jumlahnya banyak. "Apakah mereka sudah didata. Saya minta disampaikan karena masih ada waktu untuk memecahkan masalah,” katanya.

Iriawan mengaku tidak memiliki hak pilih pada pencoblosan besok. Sebab, dirinya masih perwira aktif. "Saya akan lihat Desk Pilkada saja, mungkin saya pantauan sekitar Bandung saja," ujar Iriawan. Menurut Iriawan, dengan hanya berada di Bandung, dirinya bisa melakukan koordinasi dan komunikasi dengan aparat terkait penyelenggaraan pilkada serentak. Terjauh, dirinya kemungkinan akan memantau proses pemilihan suara di Soreang, Kabupaten Bandung. "Atau Bandung dan sekitarnya, Bandung Raya," katanya.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa akan melakukan hak pilihnya di TPS sekitar kediaman pribadinya di Kota Cimahi. Menurut Iwa, ia akan mencoblos pagi hari agar bisa melakukan pemantauan lanjutan. "Saya nyoblos TPS-nya dekat rumah di Cimahi," katanya. Iwa mengatakan, sehabis mencoblos kemungkinan dirinya akan mendampingi Iriawan untuk melakukan pemantauan atau ke Gedung Sate guna memantau lewat video conference dengan aparatur di daerah. "Dengan Pak Iriawan saya belum ada petunjuk. Kalau tidak ada saya paling ke ruang Desk Pilkada Gedung Sate karena di sini perangkat komunikasnya sangat lengkap," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA