Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Disdukcapil Kota Bogor Keluarkan Suket Khusus Jelang Pilkada

Jumat 22 Jun 2018 16:06 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andri Saubani

Pekerja mempersiapkan kotak suara logistik Pilkada untuk didistribusikan di Gudang Logistik KPU Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/6).

Pekerja mempersiapkan kotak suara logistik Pilkada untuk didistribusikan di Gudang Logistik KPU Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/6).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Suket khusus diberikan kepada pemilih yang belum merekam data pembuatan KTP-el.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung 27 Juni nanti, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menerbitkan surat keterangan (suket) khusus. Suket khusus ini diberikan bagi pemilih yang belum merekam datanya untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Sekitar 20 ribu warga Kota Bogor belum melakukan rekam data. Nah ini ada suket khusus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) unuk Pilkada 2018 ini," ujar Kepala Disdukcapil Dodi Ahiat di Kantor Dukcapil, Jumat (22/6).

Penerima suket khusus ini adalah warga Kota Bogor yang telah berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih. Suket untuk pilkada ini memang berbeda dengan pemilik suket yang telah merekam data untuk pembuatan KTP-el.

Perbedaan mencolok dari kedua model suket ada pada redaksi atau keterangan tambahan di bawah tulisan biodata. Dalam suket khusus ini akan ditulis penggunaannya untuk Pilkada 2018. Selain itu tiap suket juga dilengkapi kode batang agar tidak bisa disalahgunakan.

Suket khusus ini sendiri sudah selesai dicetak ditiap disdukcapil daerah. Dodi pun menjanjikan suket mulai disebarkan hari ini (22/6) oleh petugas teknis Komisi Pemilihan Umum daerah di seluruh Tempat Pemungutan Suara Kota Bogor.

"Mulai disebar hari ini. Insya Allah keburu karena pembagiannya langsung tiap daerah. Karena kan kita kerja sama dengan KPU," ujar Dodi.

Dody menegaskan, suket sebagai pengganti KTP-el hanya berlaku pada Pilkada Serentak tahun ini. Sementara untuk Pemilihan Presiden 2019, pemerintah mewajibkan seluruh pemilih membawa KTP-el sebagai syarat untuk mengikuti pemungutan suara di TPS.

Sampai sekarang, perekaman data kependudukan di Kota Bogor mencapai 96,3 persen. Setiap harinya, 800 keping KTP-el siap untuk dicetak.

Perkara kendala saat pencetakan, Dodi menyebut tidak ada masalah yang sangat krusial. Beberapa bulan lalu Kota Bogor memang sempat kehabisan tinta, namun kini masalah tersebut telah selesai. Blanko KTP pun masih banyak tersedia.

"Data yang siap cetak atau print ready record ada 22ribu, yang masih dalam proses pengiriman data ke pusat atau SFE ada 17 ribu. Kendala paling jaringan internet tapi itu juga nggak terlalu lama biasanya," ucap Dodi.

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman pun menyebut akan mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki oleh pemerintah. Dengan segala sarana, sumber daya, serta teknologi akan diusahakan pelayanan pencetakan KTP-el dilakukan semaksimal mungkin.

"Kita akan coba optimalkan kemampuan yang ada. Dengan sarana yang kita punyai akan kita kerahkan semua alat cetak. Semoga dipusat datanya juga tidak error," ujar Usmar.

Disdukcapil Kota Bogor setiap harinya disebut telah berupaya mencetak sebanyak-banyaknya agar setiap warga bisa cepat mendapat KTP-el. "Ya rata-rata perhari kan kita cetak 800 sampai 1.000. Prinsipnya juga bagi mereka yang sudah terekam datanya ada surat keterangan. Jadi tidak ada masalah untuk pilkada nanti," lanjut Usmar.

Sementara itu di Kabupaten Bogor, disdukcapil setempat tengah mendata penduduk yang belum melakukan perekaman data termasuk penduduk yang baru berusia 17 tahun pada hari pencoblosan. Oetje Subagja selaku kepala dinas mengaku baru akan mencetak suket pada Senin (25/6) depan.

Oetje menegaskan, pihaknya hanya memberikan suket pada penduduk yang telah melakukan perekaman data sebagai bukti perekaman namun belum mendapatkan KTP. "Pada hari pencoblosan, kita akan memberikan suket pada penduduk tersebut yang sudah melakukan perekaman," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES