Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Dedi Mulyadi : Sejajarkan Bangsa dengan Pendekatan Budaya

Jumat 09 Feb 2018 23:22 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta.

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta.

Foto: Istimewa
Kearifan lokal Provinsi Jabar merupakan sumber kesejahteraan rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jangan pernah merasa kecil jika berhadapan dengan bangsa lain. Banyak hal yang bisa kita banggakan di depan bangsa lain, termasuk kepada negara maju. Hingga kini, kita memiliki kekuatan yang mampu membuat bangsa kita besar, yaitu budaya.

Bupati Purwakarta yang juga Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar 2018 Dedi Mulyadi menyebutkan, sebagai bangsa besar tidak boleh takut menghadapi globalisasi. Karena bangsa Indonesia mampu membangun secara global dengan meningkatkan karakter serta identitas negaranya. Keanekaragaman karakter yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Jabar, papar dia, merupakan identitasnya.

Secara fisik, bangsa Indonesia memiliki aneka ragam wajah dan warna kulit. Berbeda dengan bangsa lain, rata-rata warna kulit dan corak wajahnya sama. ‘’Inilah kekayaan bangsa kita,’’ tegas Dedi.   

Menurut Dedi, bangsa Indonesia memiliki kebudayaan yang kuat. Kebudayaan di Tanah Air dibangun secara turun temurun oleh leluhur bangsa ini. Dirinya optimistis, identitas bangsa Indonesia mampu menjadikan bangsa ini tampil besar.

Dedi menyontohkan Kabupaten Purwakarta yang telah menerapkan sistem pendidikan berkarakter. Kata Dedi, di Kabupaten Purwakarta hampir seluruh sekolah menerapkan konsep pendidikan yang aplikatif.

‘’Saat musim tanam, seluruh siswa turun ke kebun atau sawah,’’ ujar Dedi. Para pelajar itu, ungkap dia, diajarkan cara bercocok tanam. Kata dia, generasi saat ini tidak boleh melupakan pekerjaan leluhurnya yang hidup dari hasil bertani dan berkebun.

Pelajaran bertani dan berkebun itu, tegas dia, harus dijadikan syarat kenaikan kelas bagi siswanya. Dengan demikian, imbuh dia, siswa akan dengan serius mengikuti pelajaran tersebut.

Dedi memaparkan, kearifan lokal Kabupaten Purwakarta selama ini dijadikan substansi kurikulum pada sistem pendidikan di Kabupaten Purwakarta.  Begitu pun dengan kabupaten dan kota di Provinsi Jabar, sambung dia, tentu memiliki kearifan lokalnya masing-masing.

Dedi menyebutkan, pendidikan merupakan hal mendasar dalam memperkuat identitas budaya bangsa. Untuk itu, tegas dia, pendidikan harus dibangun secara kuat agar berimplikasi pada budaya yang kuat.

Masih banyak potensi ekonomi lainnya yang dapat diarahkan untuk menyejahterakan masyarakatnya. Menurut Dedi, keberadaan pemerintah harus bisa membuat formula atau regulasi agar potensi ekonomi lokal membuahkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Selain itu, tegas Dedi, pemerintah pun harus memberi jaminan layanan mendasar bagi rakyatnya. Sejumlah fasilitas mendasar yang harus dipenuhi pemerintah, kata Dedi, yaitu jalan yang bagus, pendidikan dan kesehatan gratis, asuransi warga, dan lainnya.

Jika pemerintah telah menunaikan kewajibannya, kata Dedi, maka masyarakat pun wajib menjalankan ketentuan yang berlaku. Di antaranya, masyarakat wajib menjaga lingkungan, masyarakat wajib bayar pajak, dan lainnya.

Untuk itu, papar Dedi, seluruh pihak harus secara bersama-sama menggencarkan produktivitas di daerahnya. Dengan demikian, maka potensi ekonomi yang ada di Tanah Air tidak lagi menjadi objek bisnis bangsa asing.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA