Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Calon Bupati Diminta tak Provokasi Massa

Ahad 14 January 2018 16:55 WIB

Red: Joko Sadewo

Warga memasukan surat suara ke kotak suara. (Ilustrasi)

Warga memasukan surat suara ke kotak suara. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,  TIMIKA -- Kepolisian Resor Mimika, Papua mengingatkan kandidat bupati-wakil bupati Mimika yang maju bertarung dalam Pilkada Serentak 2018 agar tidak memprovokasi massa. Jika ada yang dirugikan, diminta untuk menempuh jalur hukum.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon meminta agar calon bupati/wakil bupati untuk menghindari hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah. "Kalau ada persoalan, tolong disampaikan melalui mekanisme yang ada, bukan memprovokasi massa. Lalu kepada masyarakat, jangan terprovokasi dan jadilah pemilih yang cerdas," kata Victor Dean Mackbon di Timika, Ahad (14/1).

Polres Mimika mengerahkan sedikitnya 150 personel untuk mengamankan pendaftaran bakal pasangan calon bupati-wakil bupati Mimika, di Kantor KPU setempat pada 8-10 Januari lalu.Mengingat proses verifikasi berkas administrasi para kandidat masih berlangsung maka pengamanan di Kantor KPU Mimika akan terus berlanjut hingga tahapan-tahapan berikutnya.

Victor mengatakan untuk menjaga suasana Pilkada di Mimika tetap kondusif dan damai, maka semua peserta harus mematuhi semua peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan maka diharapkan dapat menempuh mekanisme yang diatur dalam UU Pilkada maupun PKPU.

"Bukan malah mengerahkan massa pendukung sehingga membuat situasi kamtibmas di Mimika menjadi kurang kondusif," ungkapnya.

Ia berharap Pilkada di Mimika berjalan damai dimana semua orang patuh terhadap hukum dan membantu memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman. Penyelenggara Pilkada baik KPU maupun Panwaslu hingga perangkat di bawahnya juga diharapkan bekerja sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang ada.

Terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak di Mimika tahun 2018 ini, Polres setempat menerima dana hibah untuk pengamanan Pilkada sebesar Rp13 miliar. Hanya saja hingga kini anggaran tersebut belum juga dicairkan Pemkab Mimika.

Saat ini sebanyak tujuh bakal pasangan calon bupati-wakil bupati Mimika masih mengikuti pemeriksaan kesehatan di Jayapura. Pemeriksaan kesehatan para kandidat terpaksa dilakukan di Jayapura. Ini dilakukan karena rumah sakit yang ada di Mimika yaitu RSUD, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) maupun rumah sakit lainnya, dinilai belum memenuhi standar karena baru berstandar tipe C.

Pemeriksaan kesehatan terhadap para kandidat bupati-wakil bupati, termasuk kandidat gubernur dan wakil gubernur harus dilakukan di rumah sakit yang berstandar minimal tipe B. Hingga kini rumah sakit bertipe B di Papua baru terdapat di Jayapura.

Selain mengikuti pemeriksaan kesehatan, para kandidat bupati-wakil bupati Mimika juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan bebas narkoba di Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua. Mereka juga mengikuti psikotes.

Tujuh kandidat yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi untuk mengikuti tahapan selanjutnya dalam Pilkada Mimika yaitu enam pasangan dari jalur perseorangan dan satu pasangan diusung koalisi partai politik.

Keenam paslon dari jalur perseorangan yaitu Hans Magal-Abdul Muis (HAM), Mus Pigai-Allo Rafra (MUSA), Robertus Waraopea-Albert Bolang (RnB), Petrus Yanwarin-Alpius Edowai (Petraled), Philipus Wakerkwa-H Basri (PhilBas), dan Maria Florida Kotorok-Yustus Wai (MarYus). Sedangkan paslon yang diusung koalisi sembilan parpol yaitu petahana Eltinus Omaleng-Johanes Rettob (OMTOB).

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES