Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Ini Kronologi Dugaan Terlibatnya Pasukan Oranye DKI di Kampanye Paslon

Kamis 24 Nov 2016 21:17 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Bilal Ramadhan

Kami, Pasukan Oranye (FOto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)

Kami, Pasukan Oranye (FOto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)

Foto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan kronologi bagaimana pasukan oranyenya bisa terlibat kampanye pasangan calon nomor urut satu, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Ia mengatakan mendapatkan foto 38 pekerja harian lepas (PHL) petugas badan air Kecamatan Kemayoran dan 25 PHL petugas badan air Kecamatan Johar Baru memakai pakaian kerja lengkap pada Selasa (22/11). Sejumlah petugas oranye tersebut didatangi oleh mantan pegawai dinas kebersihan yang menjadi tim sukses nomor satu.

"Saya sebagai kepala dinas dua kali adain briefing ke komandan regu, sekitar satu bulan sebelumnya saya sudah wanti-wanti anak buah saya nih. Anda nggak boleh bermain politik praktis, nggak boleh ikut dalam kampanye," ujar Isnawa di Silang Monas Sisi Selatan, Kamis (24/11).

Jika sebagai sebagai pribadi ikut berkampanye, Isnawa mengatakan, tidak masalah. Sebab, semua orang memang memiliki hak politik.

"Kalau anda sebagai pribadi saya persilahkan karena anda semua punya hak politik, tapi tidak boleh mengenakan atribut Pemda (atribut pasukan oranye), enggak boleh pakai aset Dinsih, kalau ketahuan sanksinya saya pecat," katanya.

Isnawa juga melarang pasukan oranye memakai atribut kampanye paslon saat bekerja. Contoh salah satu atribut paslon adalah kaos kampanye. Selain itu, Isnawa mengaku sudah membuat laporan tertulis tentang daftar nama pada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dengan tembusan pada Badan Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta dan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi mereka kita skorsing sampai akhir masa kontrak (Desember). Tetapi karena berkaitan dengan kampanye, akan kita lihat skorsing itu sampai dengan pelaksanaan pemilu. Tadi perintah Pak Plt kalau Februari masih bermain gitu lagi ya pecat semua. Jadi masa januari-februari saya pelajari dulu mereka. Sementara kekosongan kali tanggung jawab mereka akan saya isi dengan PHL lain untuk masuk ke situ," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA