Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Calon Wali Kota Cimahi Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Ahad 06 November 2016 17:10 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Penderita Hipertensi (darah tinggi) sedang diperiksa tekanan darahnya, Ilustrasi

Penderita Hipertensi (darah tinggi) sedang diperiksa tekanan darahnya, Ilustrasi

Foto: Blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Calon Wali Kota Cimahi yang juga pejawat, Atty Suharti mengimbau masyarakat untuk mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat. Hal itu dilakukan agar terhindari dari penyakit darah tinggi. Saat ini, penderita penyakit tersebut terbilang cukup tinggi di Kota Cimahi.

“Penderita penyakit tidak menular darah tinggi di Kota Cimahi tinggi cukup tinggi. Karena itu harus ada antisipasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mempraktekan pola hidup sehat,” ujarnya kepada wartawan saat menjenguk dua warga Kota Cimahi yang lumpuh akibat penyakit stroke di RT 04/30, Cimindi Hilir, Kelurahan Cibereum, Kecamatan Cimahi Selatan, Ahad (6/11).   

Ia menuturkan, penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri meningkat. Salah satu cara mengetahui apakah seseorang memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.

“Jika terpilih nanti maka saya akan berusaha mencari cara pencegahan yang efektif untuk menangani permasalahan tersebut. Karena, akibat darah tinggi, bisa menyebabkan penderitanya lumpuh. Ini menjadi perhatian saya,” katanya.  

Saat menjenguk dua warganya tersebut, Atty berdialog dengan anggota keluarga dan mendorong agar pihak keluarga membawa anggotanya yang sakit ke rumah sakit. Jika  tidak mampu, maka ia menyarankan untuk segera mengajukan biaya pengobatan gratis dengan melaporkan ke Dinas Kesehatan.

Kehadirannya di lokasi tersebut dilakukan calon nomor satu ini dalam rangka kampanye terbatas yang dirangkaikan dengan kegiatan gotong royong bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini  berhasil dicatat dalam Original Rekor Indonesia (ORI) karena diikuti oleh 1.000 orang warga masyarakat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA