Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Gerindra-PKS Belum Ubah Bakal Cagub

Selasa 20 Sep 2016 14:49 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Esthi Maharani

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno

Foto: Raisan Al Farisi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Syariah Wilayah DKI Jakarta Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdurrahman Suhaimi mengatakan PKS dan Gerindra bisa berkoalisi untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Apalagi jika dijumlahkan, kursi keduanya memenuhi syarat untuk mencalonkan jagoannya sendiri.  

“Terlepas dari keputusan berikutnya, kalau hitung-hitungan kalau Gerindra- PKS mengusung Sandi-Mardani secara logika ya logis,” ujar Abdurrahman kepada Republika, Selasa (20/9).

PKS dan Gerindra hingga kini memang belum mengumumkan secara resmi pasangan Sandiaga Uno-Mardani. Meskipun sebelumnya, DPP Gerindra dan PKS sudah sepakat untuk melawan pejawat Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Menurut Abdurrahman, Sandiaga Uno-Mardani merupakan pasangan yang ditawarkan kepada partai lain penentang Ahok. Abdurrahman mengharapkan PKB, PAN, PPP dan Demokrat menerima pasangan tersebut.

“Komunikasi di tingkat DPP terus berjalan,” katanya.

Sebelumnya,Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Syakir Purnomo mengatakan, sejauh ini posisi pasangan Sandiaga Uno-Mardani sebagai  bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta belum ada perubahan. Kendati demikian, deklarasi secara resmi memang masih belum final.

“Tingkat pusat PKS, posisinya Sandiaga-Mardani sampai hari ini belum ada perubahan,” ujar Syakir saat dihubungi republika, Selasa (20/9).

PKS, kata Syakir, terus melakukan komunikasi dengan partai lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Demokrat.Dari komunikasi tersebut baru PKB yang menyatakan siap bergabung meskipun belum bentuk tertulis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA