Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Sandiaga Uno: Generasi Milenial, Generasi yang Multitasking

Senin 19 Sep 2016 08:49 WIB

Rep: Kabul Astuti/ Red: Angga Indrawan

Bakal Calon Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan pemaran kepada awak redaksi Republika saat bersilaturahmi di Kantor Republika, Jakarta, Kamis (15/9).

Bakal Calon Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan pemaran kepada awak redaksi Republika saat bersilaturahmi di Kantor Republika, Jakarta, Kamis (15/9).

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pengusaha yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyampaikan seminar motivasi penerimaan mahasiswa baru 2016/2017 di Kampus Bina Sarana Informatika (BSI), Jalan Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, Ahad (18/9).

Sandi mengungkapkan, generasi muda Indonesia pada lima sampai sepuluh tahun mendatang adalah generasi milenial. Karakteristik generasi milenial yang paling utama ialah melek teknologi. Pada saat yang sama, rentang waktu untuk berkonsentrasi mereka semakin rendah. Karena itu, generasi milenial dituntut dengan kemampuan multitasking.

Ketiga karakteristik tersebut mengubah pola pekerjaan anak-anak generasi milenial. "Menurut riset, sembilan tahun setelah lulus generasi milenial ini dapat berganti pekerjaan sebanyak sembilan kali. Jadi dalam sehari bisa bekerja di beberapa tempat berbeda," tutur Sandiaga Uno usai menyampaikan seminar motivasi, kepada Republika, Ahad (18/9).

Lantaran rentang konsentrasi anak-anak milenial ini makin hari makin cepat, Sandi menerangkan, mereka menghendaki segala sesuatu serba instan. Orang bekerja tidak hanya di satu tempat, tetapi beberapa tempat dan multitasking. Itu pola pekerjaan 5-10 tahun dari sekarang.

Sandi menambahkan, konsep bekerja di satu tempat kelak sudah tidak ada lagi. Mereka mengikuti tren dan mampu beradaptasi dengan situasi yang terus berubah. Mereka juga punya resiliensi atau ketangguhan menghadapi berbagai dinamika. Teknologi akan berperan menjadi pemicu lokomotif.

Menurut Sandi, terobosan paling besar dari dunia digital ke depan berada di bidang pendidikan dan kesehatan. Kesehatan akan menemui inovasi-inovasi yang memecah kebuntuan, sedangkan pendidikan sangat mungkin semakin beralih ke sistem online. Bisa jadi, kata Sandi, suatu saat anak-anak sudah tidak lagi bersekolah dengan sistem klasikal di suatu bangunan sekolah.

Lain karakter dan tantangan, tentu lain pula bekal yang harus dipersiapkan. Sandi mengungkapkan, generasi muda harus punya beberapa kemampuan. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan satu kemampuan saja. Inilah tantangan anak muda sekarang. Mereka perlu membangun softskill, dan softskill yang paling penting dibangun sejak dini ialah komunikasi dan pola pikir (mindset).

Pengusaha muda ini memprediksi, bidang usaha yang paling potensial ke depan adalah kuliner, fesyen, hijab, transportasi, dan keuangan. Dari awal, mahasiswa harus ditumbuhkan jiwa kewirausahaan supaya dapat membuka lapangan kerja setelah lulus kuliah. "Saya sampaikan, mereka jangan hanya mencari kerja, tapi juga menyediakan lapangan kerja," ujar Sandi.

Seminar motivasi ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan mahasiswa baru BSI tahun akademik 2016/2017. Sebanyak 12 ribu mahasiswa baru se-Jabodetabek berkumpul di Hall Convention Center BSI Jalan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara untuk menerima seminar motivasi.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA