Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Mendagri Antisipasi Pemilih Ganda di Pilkada

Rabu 09 Sep 2015 11:45 WIB

Rep: C14/ Red: Angga Indrawan

Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember nanti masih dibayang-bayangi praktik kecurangan. Khususnya, yang mungkin terjadi di TPU dekat perbatasan kabupaten/kota atau provinsi penyelenggara Pilkada.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui, potensi mobilisasi suara yang tak terdaftar resmi cukup besar. Mendagri menegaskan, pihaknya melalui gubernur dan bupati/wali kota setempat sudah melakukan validasi. Adapun data pemilih tiap kecamatan sudah diserahkan ke penyelenggara Pilkada.

"Memang, masih ada (misalnya) orang gila dimasukkan (ke dalam daftar pemilih), ada yang (memasukkan nama) orang mati. Tapi kan tidak banyak. Itu yang mulai disisir," ucap Menteri Tjahjo Kumolo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/9).

Dia berharap, selambat-lambatnya pada awal November 2015, persoalan data sudah teratasi sedetail mungkin. Validasi data yang akurat, menurut politikus PDIP ini, menjadi salah satu dasar penting untuk pemerintah mengusulkan sistem e-voting pada ajang pesta demokrasi pada 2019 mendatang.

"Jadi, kita ingin mengecek sedetail mungkin," tegas dia.

Ditanya soal basis data e-voting, Menteri Tjahjo menjabarkan urgensinya e-KTP. Namun, dia mencatat, persebaran e-KTP hingga kini masih belum merata, yakni baru mencakup 172 juta nama.

"Selama saya jadi menteri, meng-update hampir delapan juta KTP ganda. Sekarang sudah mulai dikurangi. Sidik jari (pemilik nama e-KTP) itu kan tunggal," ungkap dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA