Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Pengamat: Parpol Masih 'Berebut' Usung Calon Petahana

Rabu 05 Agu 2015 16:36 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Bayu Hermawan

Pilkada serentak 2015

Pilkada serentak 2015

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro mengatakan munculnya calon tunggal di Pilkada serentak, bukti kegagalan partai politik dalam mencari tokoh-tokoh yang potensial menjadi calon kepala daerah. Parpol masih mengutamakan menang dalam Pilkada sehingga lebih memilih calon incumbent.

"Selama ini diyakini calon dari incumbent bakal memenangkan Pilkada," ujarnya, Rabu (5/8).

Ia melanjutkan, kondisi ini menang sangat dilematis. Sebab jika mengaku pada peraturan KPU itu artinya pelaksanaan Pilkada di tujuh daerah yang punya calon tunggal harus ditunda hingga 2017.

"Masalahnya apakah penundaan Pilkada ini akan menyelesaiaikan masalah. Lalu apa dampaknya terhadap daerah dan masyarakatnya bila pemda dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas (plt) yang bertugas sementara," katanya.

Siti melanjutkan, dalam konteks itu bisa saja dicarikan jalan keluar penundaan pilkada bagi tujuh daerah yang masih memiliki calon tunggal, meskipun resikonya mereka tak ikut serentak seperti yang diagendakan.

"Masalahnya dengan penundaan itu apakah ada jaminan Parpol akan mengusung calonnya sehingga  jumlah pasangan calon bisa lebih dari satu pasang," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan sebanyak tujuh daerah hanya memiliki satu pasangan  calon kepala daerah.

Antara lain Kabupaten Tasikmalaya di  Jawa Barat, Kabupaten Blitar di Jawa Timur, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat, Kota Samarinda di Kalimantan Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kota Surabaya, Jawa Timur.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA