Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Pemprov Jabar Libatkan BUMDes di Citarum untuk Kelola Lahan

Ahad 31 Mar 2019 16:51 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim Survei dan Pemetaan Polres Purwakarta, menyirisi DAS Citarum yang melintasi wilayah itu, Kamis (24/5). Tim menemukan enam titik kerusakan DAS akibat erosi.

Tim Survei dan Pemetaan Polres Purwakarta, menyirisi DAS Citarum yang melintasi wilayah itu, Kamis (24/5). Tim menemukan enam titik kerusakan DAS akibat erosi.

Foto: Dok Istimewa
Ada 1.271 desa yang masuk dalam lingkar saluran DAS Citarum

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam mengelola lahan. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya agar BUMDes di kawasan tersebut kian eksis.

Baca Juga

Menurut Dedi, pihaknya telah menggelar rapat bersama pemerintah pusat lewat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia untuk melibatkan BUMDes di DAS Citarum tersebut.

"Itu ada 1.271 desa yang masuk dalam lingkar saluran DAS Citarum, dan berharap pengelolaan lahan di sana juga melibatkan BUMdes," ujar Dedi kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Dedi mengatakan, dari 5.312 desa di Jawa Barat baru sekitar 69,5 persen yang sudah memiliki BUMDes, tepatnya 3.695 BUMDes. Selain itu, ada pula BUMDes yang sampai saat ini masih proses pembentukkan, itu kurang lebih ada 868 BUMDes atau sekitar 16,34 persen.

"Dan ada desa yang sampai saat ini belum memiliki BUMDes jumlahnya 749 desa atau kurang lebih di 14,1 persen," katanya.

Dedi mengatakan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah inovasi lewat sejumlah program, seperti One Village One Product dan Desa Wisata. Itu sebagai upaya meningkatkan peran Bumdes di setiap desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Di tahun 2019 ini, kata Dedi, ia akan menurunkan Patriot Desa untuk bekerja di setiap desa yang belum memiliki BUMDes. Sedangkan pada desa yang telah memiliki BUMDes namun belum eksis, maka akan didampingi oleh CEO BUMDes.

"Itu bisa membantu dalam aspek dari mulai peningkatan kapasitas, mentorship maupun market plann tentang kondisi rencana BUMDes," katanya.

Masih di tahun ini, kata dia, pihaknya akan melakukan penilaian terhadap beberapa BUMDes. Diharapkan, lewat upaya ini dapat menelurkan BUMDes yang kampiun. Nantinya setiap orang yang sukse mengelola BUMDes hingga juara itu akan dijadikan ahli jasa profesi yang diturunkan untuk mendidik BUMDes yang belum eksis.

"Sehingga terjadi pertukaran informasi, pertukaran pengelolaan yang menjadi dampak pada BUMDes yang sudah ada. Ditambah lagi, ada sekitar 60 BUMDes yang dijanjikan akan berkerjasama dengan Astra," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA