Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Emil Imbau Masyarakat tak Konsumtif Selama Ramadhan

Jumat 03 Mei 2019 13:05 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/5) siang.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/5) siang.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Perilaku konsumtif bisa memicu harga tidak terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat agar tidak konsumtif selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Hal tersebut disampaikan usai Memberikan Sambutan pada Forum Ulama se-Jawa Barat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/5).

Baca Juga

Ridwan Kamil berharap, tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat di bulan suci umat Islam tersebut. Selain itu, ia berharap masyarakat Jabar  khususnya yang beragama Islam bisa memperkuat keimanannya.

"Kita ingin menjaga inflasi jangan sampai menjelang Ramadhan dan lebaran harga-harga naik tidak terkendali," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurut Emil, kalau terjadi lonjakan harga, maka masyarakat menengah ke bawah akan kesulitan untuk membeli sejumlah barang kebutuhan. Emil pun mengajak para ulama untuk berpartipasi dalam menyampaikan pesan kepada publik agar tidak mengkonsumsi apapun secara berlebihan.

"Mudah-mudahan para ulama pulang dari sini menyampaikan," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) KH Rahmat Syafei pun mengaimbau masyarkat agar menahan diri dalam membeli sejumlah barang selama Ramadhan. Karena, subtansi puasa yang paling tinggi yaitu mampu menahan diri kepada hal yang tidak baik atau dilarang oleh agama.

"Mengimbau kepada masyarakat yang pertama berkaitan dengan Ramadhan itu dalam menggunakan harta dan membelanjakan itu harus terukur jangan sampai mubajir," kata Rahmat Syafei.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang beragama Islam agar tidak melalakukan tindakan yang mengganggu ketenangan. Namun harus turut menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan yang penuh ketenangan.

"Kita harus membuat membantu untuk masyarakat supaya tenang dan senang dalam melaksanakan ibadah puasa itu," katanya.

Menurut Rahmat, kuncinya yaitu dengan melaksanakan nilai ketakwaan. Dengan mengikuti ajaran agama, ia memastikan akan mendapatkan pahala dan sesuatu hal yang memberikan nilai positif. Hal tersebut dapat dicapai dengan aktivitas puasa selama bulan ramandan.

"Puasa maknanya menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama, segala hal yang mempunyai pengaruh jelek terhadap diri dan lingkungannya," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA