Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Pj Gubernur Jabar Klaim Kehadiran ASN 99,2 Persen

Kamis 21 Jun 2018 10:09 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Esthi Maharani

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan memberikan arahan kepada para pegawai di Lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat, saat Apel Pagi dan Halal Bihalal, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (21/6).

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan memberikan arahan kepada para pegawai di Lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat, saat Apel Pagi dan Halal Bihalal, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (21/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
ASN Jabar berkomitmen bekerja dengan maksimal

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pejabat Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan memimpin apel dan halal bihalal di hadapan aparatur sipil negara Provinsi Jawa Barat. Apel pertamanya sebagai Gubernur ini dilaksanakan di Halaman Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Bandung, Kamis (21/6).

Iriawan mengklaim jumlah ASN yang hadir di apel pertamanya mencapai 99,2 persen. "Pada apel ini kami melakukan pengecekan kehadiran para ASN yang ada, Alhamdulillah dari 843 hadir 837. Jadi kalau presentasi hadir hampir 100 persenlah, 99,2 persen," kata Iriawan usai apel.

Iriawan mengaku mengetahui alasan keenam ASN yang tidak hadir di hari pertama kerja setelah cuti lebaran. "Tentunya ini kebahagiaan, kebanggaan bagi saya bahwa aparat sipil negara Provinsi Jawa Barat berkomitmen bekerja dengan maksimal, apa parameternya, ya sekarang semuanya masuk di hari pertama setelah cuti," tegasnya.

Iriawan memaparkan pada peserta apel mengenai pentingnya komitmen ASN untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat Jawa Barat. Juga fokus tugas ASN sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

"Dalam penyelenggaraan Pilkada secara khusus saya menggarisbawahi, Pilkada harus berlangsung aman sukses dan lancar atau luber. Kemudian saya memerintahkan, kepada ASN untuk netral," tegasnya.

Dia mengajak ASN di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk saling mengawasi. "Artinya kalau ada yang melanggar, saya akan tindak sesuai sanksi. Saya sampaikan kalau saya melanggar komitmen silakan ASN Provinsi Jabar menurunkan saya dulu," katanya.

Selama tiga bulan kepemimpinannya, Iriawan menyebut akan menyamakan persepsi untuk mempercepat penyelesaian program. "Sehingga target yang diinginkan negara dan rakyat bisa tercapai sesuai waktu," tutupnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA