Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Selain Geopark, Sukabumi Miliki Jembatan Gantung Terpanjang

Ahad 17 Jun 2018 00:48 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ratna Puspita

Jembatan Situgunung (Suspension Bridge) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Jembatan Situgunung (Suspension Bridge) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Foto: Republika/Riga Iman
Selain geopark, jembatan gantung ini menjadi obyek wisata unggulan Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kini memiliki sejumlah wisata baru unggulan. Selain Geopark Dunia Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi memiliki jembatan gantung yang diklaim terpanjang di Indonesia bahkan di Asia.

Jembatan gantung tersebut berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Panjang jembatan gantung ini mencapai 240 meter dengan ketinggian dari dasar tanah ke jembatan sekitar 161 meter.

“Jembatan gantung ini menjadi obyek wisata unggulan dan ikon wisata Sukabumi selain geopark,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Dana Budiman kepada Republika di lokasi jembatan gantung, Sabtu (16/6). 

Sebab, keberadaan jembatan gantung ini mulai menyedot tingkat kunjungan wisatawan yang cukup banyak. Selain itu, Dana mengatakan, sarana ini juga dikelola dengan baik dan profesional oleh PT Fontis. 

Perusahaan tersebut telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pengelola kawasan khususnya jembatan gantung. Dana membantah adanya isu di masyarakat bahwa kehadiran jembatan menyebabkan kerusakan hutan. 

Justru, ia mengatakan, keberadaan jembatan ini mendukung lingkungan. Sebab, pengunjung tidak masuk ke bawah atau melintasi pohon atau membuat trek baru. 

Intinya, Dana menerangkan, jembatan gantung ini sangat positif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Selama ini, target kunjungan wisatawan ke Sukabumi sebanyak tiga juta prang per tahun belum pernah tercapai. Namun, kehadiran jembatan ini membuatnya optimistis bisa tercapai.

Dana menuturkan, tarif masuk ke jembatan gantung ditetapkan pengelola sebesar Rp 50 ribu per orang. Ia menuturkan pengelola boleh menerapkan tarif sesuai dengan fasiltas yang ada.

Bagian Perencananaan dan Pengembangan PT Fontis Aqua Vivam Lius Lotong mengatakan, animo warga untuk mengunjungi jembatan gantung sangat tinggi. “Sebelum dibuka, banyak warga yang datang karena viral di media sosial,” kata dia.

Kini, jembatan gantung ini dibuka untuk umum sejak 15 Juni hingga 24 Juni 2018. Warga bisa menikmati sarana ini dengan tiket masuk Rp 50 ribu per orang.

Selain menikmati jembatan gantung, Lius mengatakan, dengan harga paket tersebut warga bisa menikmati fasilitas lainnya. Mulai dari minuman welcome drink, balkon untuk berswafoto, guiding atau pemandu, dan akses lebih cepat ke Curug Sawer. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES