Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Longsor di Pangalengan

Longsor Pangalengan Sudah Diprediksi

Rabu 06 Mei 2015 15:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Angga Indrawan

Evakuasi korban longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5).

Evakuasi korban longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5).

Foto: foto : Septianjar Muharam

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Geologi sudah memperkirakan akan terjadi longsor di kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan pangalengan, Kabupaten Bandung. Tanda-tanda longsong sudah terlihat sebelumnya sejak Maret.

Kepala Badan Geologi, Surono, mengatakan pihaknya telah mengetahui ada gerakan tanah di Pangalengan. Gejalanya telah muncul sejak Maret. Ketika itu, BPBD Kabupaten Bandung melapor kepada pihaknya pada 15 April.

"Mereka bilang sudah ada gejala sejak Maret," ujar Surono kepada wartawan, Rabu (6/5).

Surono menjelaskan, BPBD Kabupaten Bandung meminta untuk dilakukan kajian teknik geologi gerakan tanah. Usai mendapat laporan, Tim Pemeriksaan bencana gerakan tanah dari PVMBG didampingi BPBD Kabupaten Bandung melakukan penyelidikan ke lokasi pada 2 Mei.

Dalam pengamatan, terlihat ada retakan tanah. Mahkota gerakan tanah telah mencapai panjang sekitar 150 meter dengan lebar 253 meter. Terdapat juga patahan dengan tinggi 2,45 meter.

Menurut Surono, material dari gerakan tanah menimbulkan kerusakan pada dinding penyangga beton pipa penyaluran panas bumi PTLP Wayang Windu milik PT Star Energy. Kemudian, direkomendasikan dalam jangka panjang bahwa jalur pipa panas bumi tersebut harus direlokasi dan menjauhi gerakan tanah. Hasil penyelidikan di lapangan tersebut, telah di sosialisasikan kepada pemerintah daerah dan Star Energy.

"Kami sudah memberikan rekomendasi agar jalur pipa dialihkan, dan warga direlokasi ke daerah aman," katanya.

Jarak gerakan tanah dengan permukiman warga hanya berjarak 200 meter. Permukiman warga dihuni 52 KK atau sekitar 200 jiwa. Meski sudah disosialisasikan, namun pada tanggal 5 Mei pukul 15.00 WIB, kembali terjadi gerakan tanah pada lokasi yang sama. Dari informasi BPBD Kabupaten Bandung, longsoran mencapai panjang 1.000 meter dan lebar 500 meter.

Pergerakan baru ini membuat pipa penyaluran uap panas bumi terpotong sekitar 300 meter dan menimbulkan ledakan. Gerakan tanah ini juga mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, delapan orang terkubur, dua orang luka berat dan delapan rumah tertimbun material longsor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA