Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Inilah Profesi Paling Langka di Indramayu

Jumat 15 Nov 2013 01:46 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Julkifli Marbun

Iklan menjadi dokter (ilustrasi)

Iklan menjadi dokter (ilustrasi)

Foto: classroom-printables.com

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU –- Kabupaten Indramayu hingga saat ini masih mengalami kekurangan puluhan tenaga dokter. Akibatnya, ada sejumlah puskesmas yang tidak memiliki dokter. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Moh Uucp Tahar, didampingi Kasie Pelayanan Kesehatan Dasar, Dr Mailina, menyebutkan, saat ini, jumlah dokter di Kabupaten indramayu hanya berjumlah 53 orang. Padahal, idealnya jumlah dokter mencapai 76 orang. 

"Akibat kekurangan itu, ada delapan puskesmas yang tidak memiliki dokter," ujar Mailina, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/11). 

Adapun kedelapan puskesmas itu adalah Puskesmas Kedungwungu, Wanakaya, Margadadi, Lohbener, Cemara, Anjatan, Bugis, dan Sukagumiwang.

Mailina mengungkapkan, untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter, pihaknya sudah memberi surat tugas ke sejumlah dokter untuk rangkap jabatan di dua unit puskesmas. Karenanya, ada dokter yang terpaksa bertugas di dua unit puskesmas yang lokasinya berdekatan. 

Mailina menyebutkan, secara keseluruhan, di Kabupaten Indramayu terdapat 49 unit puskesmas rawat jalan yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu. Selain itu, ada sembilan unit puskesmas rawat inap dan 14 unit puskesmas PONED. 

"Selain itu, ada empat puskesmas PONED yang saat ini sedang dibangun," terang Mailina. 

Selain dokter, Kabupaten Indramayu juga masih kekurangan tenaga bidan. Saat ini, jumlah bidan baru ada 518 orang. Idealnya, seluruh desa memiliki minimal satu bidan desa, ditambah seluruh puskesmas memiliki tiga bidan, ditambah setiap PONED memiliki tujuh sampai sembilan bidan. 

Mailina menambahkan, kekurangan tenaga dokter dan bidan juga akan berpengaruh pada saat pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) pada 2014 mendatang. Padahal, pemenuhan jumlah tenaga dokter dan bidan pada seluruh puskesmas menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan JKN. 

Mailina mengungkapkan, seluruh puskesmas idealnya memiliki tenaga dokter dan bidan yang memadai. Pasalnya, seluruh puskesmas di Kabupaten Indramayu nantinya akan melayani program JKN. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Moh Uucp Tahar, menjelaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan tenaga dokter ke Pemprov Jabar. Namun sampai saat ini, penambahan tenaga dokter itu belum terealisasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA