Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Bandara Dewandaru Karimunjawa Diharapkan Selesai 2014

Selasa 10 Apr 2012 21:27 WIB

Red: Hazliansyah

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, berharap pembangunan Bandara Dewandaru di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tidak lama lagi selesai. Bibit menargetkan memperpanjang landasan pacu bandara tersebut dapat selesai pada 2014.

"Mudah-mudahan, pembangunan bandara berlangsung dengan baik, sehingga 2014 sudah selesai," ujarnya ditemui usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jepara terpilih Ahmad Marzuqi dan Subroto di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa.

Apabila landasan pacu bandara tersebut sudah dilebarkan dan diperpanjang menjadi 1.380 meter, pesawat berukuran besar bisa mendarat di Kepulauan Karimunjawa yang dikenal dengan wisata alamnya.

Pembangunan bandara udara tersebut, katanya, bisa memberikan prospek ekonomi yang semakin baik. Apalagi, kata dia, transportasi laut dari Jepara menuju Karimunjawa juga sudah ada penambahan satu kapal, sehingga volume perjalanan lebih sering terjadi.

Dalam proyek tersebut, kata dia, Pemkab Jepara bersama Pemprov Jateng hanya dibebani pembebasan lahan untuk pembangunan bandara. Sedangkan untuk pembangunan fisik merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Karimunjawa memiliki potensi objek wisata yang cukup besar, namun hingga kini masih terkendala transportasi yang hanya bisa dilalui lewat jalur laut. Dengan adanya pengembangan Bandara Dewandaru, maka objek wisata Karimunjawa akan menjadi satu dari empat destinasi wisata andalan di Jateng.

Selain memiliki potensi wisata alam, Karimunjawa juga memiliki potensi hasil laut, seperti ikan dan rumput lautnya yang memiliki spesifikasi yang baik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA