Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Liverpool Terbelah

Sabtu 04 Mei 2019 14:41 WIB

Rep: Anggoro Pramudya, Reja Irfa Widodo, Eko Supriyadi/ Red: Didi Purwadi

Sujud syukur Mohamed Salah pada pertandingan Liga Inggris antara Liverpool melawan Bournemouth di Anfield Stadium, Liverpool, Sabtu (10/2).

Sujud syukur Mohamed Salah pada pertandingan Liga Inggris antara Liverpool melawan Bournemouth di Anfield Stadium, Liverpool, Sabtu (10/2).

Foto: Rui Vieira/AP
Liverpool tertinggal satu poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Fokus Liverpool terbelah di penghujung kompetisi musim ini. The Reds harus membagi konsentrasi antara Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Mereka berpeluang meraih keduanya, tapi sebaliknya juga bisa mengakhiri musim tanpa gelar.

Liverpool sejauh ini menolak memilih salah satunya. Meski dibantai Barcelona 0-3 di leg pertama semifinal Liga Champions pada Rabu (1/5), Liverpool menolak menyerahkan tiket partai final. Pasukan Juergen Klopp harus kerja keras memenangkan leg kedua dengan skor telak 4-0 apabila ingin melenggang ke partai puncak Liga Champions.

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui meraih kemenangan 4-0 itu sungguh sulit. Apalagi, tamunya di Anfield pada 7 Mei nanti adalah Barcelona.

‘’Dengan kekalahan 0-3, ada pekerjaan besar untuk dilakukan di Anfield. Dan, kami sadar betapa sulitnya menghadapi Barcelona dengan kualitas yang mereka miliki di seluruh lapangan,’’ kata Van Dijk.

James Milner pun demikian. Meski bermain di Anfield, gelandang Liverpool itu menilai Barcelona adalah tim besar yang kuat di setiap lininya. ‘’Dengan materi pemain yang dimiliki (Barcelona), sulit untuk menjaga Anfield bersih dari gol di leg kedua. Ini adalah perjuangan berat. Kami harus berhati-hati untuk tidak membuka ruang di pertahanan," ujar Milner.

Meski rasanya sulit menekuk Barcelona dengan skor 4-0, Klopp tetap yakin jika melihat penampilan skuadnya pada leg pertama. Liverpool tak terlihat gugup saat bermain di markas klub besar sekelas Barcelona. Bahkan, The Reds mampu menguasai bola sampai 53 persen dan melepaskan tendangan 15 kali.

Milner, Roberto Firminho, dan Mohamed Salah pun nyaris merobek gawang Barcelona. Klopp menilai para pemain Liverpool tampil kreatif dan bekerja keras, meski mereka gagal mencetak satu pun gol. Mereka mampu merepotkan pertahanan tim tuan rumah.

Karena penampilan tersebut, Klopp menegaskan pasukannya tidak akan menyerahkan mimpi merebut trofi Liga Champions begitu saja. ‘’Karena ini sepakbola, kami harus tetap berusaha meski tidak akan mudah,’’ ujarnya.

Namun, fokus Liverpool tidak hanya tertuju pada trofi Liga Champions. The Reds juga berpeluang merengkuh gelar juara Liga Primer musim ini.

Saat ini Liverpool masih tertinggal satu poin dari pesaing terdekat Manchester City yang kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 92 poin dari 36 partai. Kemenangan 2-0 atas Manchester United, pertengahan bulan lalu, membawa the Citizens kembali berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.

Musim kini menyisakan dua pertandingan. Liverpool akan menghadapi tuan rumah Newcastle United (Sabtu, 4/5) dan terakhir menjamu Wolverhampton Wanderers pada 12 Mei. Sementara Manchester City menjamu Leicester City (Senin, 6/5) dan terakhir bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada 12 Mei.

Tiga hari usai menelan kekecewaan 0-3 dari Barcelona di ajang Liga Champions, Liverpool malam ini sudah ditunggu tuan rumah Newcastle United di Stadion James Park. Tentu kegagalan memetik poin penuh di laga nanti bisa mengikis peluang Mohamed Salah dkk untuk bisa merengkuh titel Liga Primer Inggris.

Situasi ini jelas menghadirkan tekanan pada skuad Juergen Klopp. Namun, Milner memastikan mereka mampu mengatasi tekanan tersebut.

‘’Saya pikir kami terbiasa dengan gim yang padat dan kami telah melihat karakter dalam skuat ini,’’ kata Milner dilansir Four Four Two, Jumat (3/5).

‘’Jadi, kami harus bersama dan bangkit kembali. Saya pun tidak ragu tim ini akan melakukannya," katanya. ‘’Kami harus segera bangkit dengan cepat karena ini merupakan partai besar di akhir pekan. Semoga kami bisa mendapat kemenangan.’’

Klopp pun menegaskan kekalahan dari Barcelona tidak akan mengganggu fokus timnya di pentas Liga Inggris. ''Sekarang, fokus utama kami adalah laga menghadapi Newcastle. Partai yang tidak kalah penting buat kami di sisa musim ini,'' ujar Klopp seperti dikutip AP.

Liverpool memiliki modal untuk menghadapi tekanan di akhir kompetisi musim ini. The Reds tengah menjalani musim terbaiknya di pentas Liga Inggris dengan keberhasilan mengoleksi 91 poin dari 36 partai. Bahkan, di semua ajang, Liverpool tercatat tidak pernah kalah sejak pertengahan Januari lalu.

Sayangnya, rentetan hasil positif itu ternoda di Camp Nou dengan kekalahan 0-3 dari Barcelona. Dan kini malam ini, jika menelan kekalahan dari Newcastle United, Liverpool tidak hanya akan kehilangan peluang meraih gelar Liga Inggris.

Kekalahan malam nanti juga akan menebas mental pemain Liverpool yang selanjutnya harus bersiap menghadapi laga berat lawan Barcelona. Dan jika ini yang terjadi, tidak tertutup kemungkinan Liverpool harus kembali menelan musim tanpa gelar juara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA