Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Tokoh Perubahan Republika: Bersama Majukan Bangsa

Kamis 25 Apr 2019 07:51 WIB

Red: Budi Raharjo

Para penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 bersama tamu undangan berfoto bersama saat acara malam Anugerah Tokoh Perubahan 2018 di Jakarta, Rabu (24/4) malam.

Para penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 bersama tamu undangan berfoto bersama saat acara malam Anugerah Tokoh Perubahan 2018 di Jakarta, Rabu (24/4) malam.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Persatuan syarat mutlak untuk mencapai kemajuan dan kejayaan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika kembali memberikan penghargaan kepada para tokoh dalam gelaran Tokoh Perubahan Republika 2018 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (24/4) malam. Mereka yang terpilih merupakan sosok yang memberikan kontribusi nyata dalam merawat persatuan, memajukan bangsa, serta mengubah Indonesia ke arah lebih baik.

Ada lima tokoh yang mendapat penghargaan, yaitu Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Rustamadji, Pendiri the Wahid Foundation Yenny Wahid, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir, serta Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia.

Komisaris Utama Republika Erick Thohir membuka secara langsung malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republlika 2018 yang bertema "Merajut Persatuan untuk Kejayaan Bangsa". Acara ini dihadiri sederet tokoh nasional, antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mensesneg Pratikno, Menhub Budi Karya, Mentan Amran Sulaiman, dan Menaker Hanif Dhakiri. Hadir pula Mendes Eko Putro Sandjojo, Menkominfo Rudiantara, Mensos Agus Gumiwang, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, dan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Erick menjelaskan, tema tersebut dipilih karena persatuan penting untuk terus dieratkan di tengah polarisasi yang sangat terasa di tengah masyarakat belakangan ini. "Tentu karena perbedaan pandangan politik pada pesta demokrasi. Jangan sampai polarisasi ini berlarut-larut dan mengarah pada perpecahan bangsa," kata Erick.

Menurut Erick, persatuan adalah syarat mutlak untuk mencapai kemajuan dan kejayaan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat berkembang menjadi negara maju.

Di balik persatuan tersebut, kata Erick, terdapat tokoh-tokoh yang sangat berdedikasi untuk Indonesia. Orang-orang inilah yang memberikan inspirasi dan perubahan bagi bangsa untuk terus maju. "Ini adalah penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang telah memberikan yang terbaik dalam hal kemanusiaan, ilmu pengetahuan, bangsa, dan negara," ujar Erick.

Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi berharap, kiprah para tokoh terpilih dapat menjadi teladan bagi masyarakat untuk terus merekatkan persatuan demi kejayaan bangsa. "Harus selalu tetap utuh dan yakin ke depannya," ujarnya.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, perubahan merupakan sesuatu yang tak dapat dihindarkan dalam kehidupan. "Yang penting perubahan ke depan lebih baik, bukan perubahan yang lebih sengsara," ujarnya.

Sutopo layak diganjar penghargaan ini karena upayanya menginformasikan kebencanaan di Indonesia. Hal yang ia sampaikan sedikit banyak mampu membangun solidaritas antaranak bangsa.

Pendiri the Wahid Foundation Yenny Wahid menjadikan penghargaan ini sebagai pelecut semangat untuk meningkatkan kontribusi terhadap bangsa. "Wahid Foundation berkomitmen terus membuat program yang menghasilkan perubahan yang jauh lebih berdampak di tengah-tengah masyarakat," kata Yenny. Ia mendapat anugerah Tokoh Perubahan karena upaya kerasnya merajut persatuan dan keberagaman melalui Wahid Foun dation.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Jazir mendapat penghargaan ini karena mampu mengubah Masjid Jogokariyan sebagai masjid yang mempunyai gerakan-gerakan inovasi keumatan. Masjid Jogokariyan telah menjelma menjadi pusat kegiatan yang terus berusaha membangun umat dan menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Selama tiga tahun terakhir, Masjid Jogokariyan telah membuat program bedah rumah jamaah yang kurang mampu. "Tahun ini insya Allah 30 rumah. Dan, tahun ini dimulai Jogokariyan lantai dua," katanya.

photo
Rektor Universitas Sorong Rustamadji menerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 yang diserahkan oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta, Rabu (24/4) malam.



Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Rustamadji mengatakan, perubahan yang besar tak bisa dilakukan seorang diri. "Ibaratnya seperti shalat, kalau berjamaah bisa dapat 27 (pahala dilipatgandakan 27 kali lipat)," ujarnya.

Kiprah Rustamadji, yang dengan gigih mengangkat harkat dan martabat warga suku Kokoda, membuatnya terpilih menjadi salah satu penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika.

Sementara, Bahlil Lahadia berhasil memicu Hipmi untuk berbenah diri. Bahlil berupaya mengubah citra Hipmi dari awalnya sebagai tempat berkumpulnya anak-anak borjuis menjadi milik semua orang.

"Semua punya hak untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bangsa melalui enterpreneurship," kata Bahlil saat memberikan sambutan. (fauziah mursid/nawir arsyad /rr laeny/muhyiddin/flori sidebang/haura/adinda ed:satria kartika yudha)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA