Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Sail Moyo Tambora dan Kebangkitan Pariwisata NTB Pascagempa

Ahad 09 Sep 2018 20:39 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi, menghadiri Sail Moyo Tambora 2018.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi, menghadiri Sail Moyo Tambora 2018.

Foto: Kemendes PDTT
Sail Moyo Tambora diikuti sedikitnya 140 yacht.

REPUBLIKA.CO.ID,  LOMBOK – Gempa yang mengguncang Lombok secara khusus dan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara umum sekitar dua bulan terakhir berdampak pada sektor pariwisata. Diperkirakan, sektor pariwisata di NTB mengalami kerugian hingga mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Hal tersebut berdasarkan catatan DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB. Kerugian itu karena hotel tidak terisi maksimal. Hingga akhir Agustus,  kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) baru mencapai 50 persen dari target 4 juta kunjungan pada 2018.

Namun, dia optimistis target tersebut masih bisa dipenuhi hingga akhir tahun ini.
Namun, kondisi itu tak membuat para pemangku kepentingan sektor pariwisata menyerah. Berbagai upaya terus dilakukan agar pariwisata di Lombok kembali bergeliat.Salah satunya, dengan ajang Sail Moyo Tambora 2018 yang resmi dibuka pada Ahad (9/9) oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Luhut mengatakan, Sail Moyo Tambora 2018 merupakan salah satu momentum strategis untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata NTB pascagempa yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa beberapa waktu lalu. "Keindahan alam NTB sudah tidak bisa diragukan lagi, terutama Pulau Moyo yang telah dikujungi orang-orang ternama di dunia," ujar Luhut.

Baca juga: Melestarikan Silek Minang di Silek Arts Festival

Baca juga: Silek Arts Festival 2018 Bisa Tambah Penilaian dari UNESCO

Luhut mengatakan keindahan alam NTB telah menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Selain itu, NTB juga menjadi daerah pelaksanaan event-event berskala nasional.

Oleh karena itu, ia mengajak semua jajaran, mulai dari pusat dan daerah untuk bekerja keras membangun dunia pariwista sebagai sumber devisa negara. Khususnya di NTB yang baru dilanda musibah gempa.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan, pelaksanaan event Sail Moyo Tambora di Pulau Sumbawa sangat tepat untuk mempromosikan Pulau Sumbawa. Pria yang akrab dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) itu menilai, Sumbawa tidak hanya kaya dengan mineral, tetapi juga memiliki keindahan alam yang luar biasa.

TGB menjelaskan, Pulau Moyo dan Gunung Tambora merupakan destinasi wisata yang telah tersohor ke seluruh dunia dengan keindahan alamnya. Itulah sebabnya pulau Moyo telah banyak didatangi orang terkenal di dunia. "Banyak sekali orang yang ingin mendapatkan keindahan maka dia datang ke Pulau Moyo," lanjutnya.

TGB menegaskan event Sail Moyo Tambora 2018, selain merupakan seremoni, juga merupakan momentum ikhtiar untuk membangun pariwisata yang lebih hebat lagi di Pulau Sumbawa, yaitu melengkapi potensi Pulau Lombok yang telah dikenal lebih dahulu.

Baca juga: Malaysia Bantu Pemulihan Pariwisata NTB

TGB menilai Pulau Sumbawa sangat istimewa dan memiliki keindahan alam yang eksotik. Daerah ini, menurut TGB, akan menjadi kebanggaan bagi NTB dan Indonesia.
TGB berharap Sail Moyo Tambora mampu memberi kontribusi tidak hanya untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga untuk kekokohan bangsa dalam bingkai NKRI.

Gubernur meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur wilayah, mulai dari laut, udara dan darat, "Ketika Samota (Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora) dapat disentuh dengan infrastruktur yang diiringi dengan membangun kesadaran masyarakat, maka suatu daerah akan menjadi tumbuh. Sumbawa menjadi bukti, daerah yang semula sangat minim kontribusi ekonomi, dengan sentuhan infrastruktur yang tepat sekarang telah menjadi sentra jagung terbesar di Indonesia," kata TGB.

TGB mencontohkan beroperasinya Pelabuhan Badas yabg telah mampu mengekspor jagung dengan target 300 ribu ton pada 2018. TGB juga berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung pemerintahannya selama sepuluh tahun sehingga berjalan dengan baik.

"Walaupun NTB diterpa gempa bumi bertubi-tubi, semoga efeknya akan membawa dampak yang bagi pembanguna NTB menjadi lebih baik di masa depan," ujarnya.

Usai membuka Sail Moyo Tambora 2018, Luhut melakukan penandatanganan Prasasti peresmian jembatan Samota, peresmian ruang tunggu Bandara Sultan Muhammad Kaharudin Sumbawa dan Prangko Sail Moyo Tambora serta melakukan penanaman Pohon Gaharu sebagai wujud pelestarian lingkungan. 

Baca juga: Wisata Halal Beri Kekhasan Sektor Pariwisata NTB

Sementara, Bupati Kabupaten Sumbawa, M Husni Djibril memberi apresiasi terhadap pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, event Sail Moyo Tambora 2018 ini bisa mengangkat dan memperkenalkan potensi wisata yang ada di Sumbawa.

Sail Moyo Tambora sendiri diikuti sedikitnya  140 yacht atau kapal pesiar dari berbagai negara. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, selama ini cukup banyak kapal pesiar yang melintasi perairan NTB. Namun, bukan sebagai pelancong dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada, melainkan sekadar singgah sebelum meneruskan perjalanan.

"Selama ini yacht hanya singgah saja di sini. Sekarang kita berupaya bukan sekadar singgah tapi juga menjadi destinasi ke tempat wisata yang ada di NTB," ujar dia.

Faozal menjelaskan, 140 yacht nantinya mulai ada bergerak dari Darwin, Australia dan Malaysia serta Singapura melalui Selat Malaka dan akan berkumpul di Labuan Bajo pada 4-7 September.

"Kemudian pada 7 September bergerak bersama-sama ke peraian NTB melalui Teluk Bima, lalu pada 8 September sudah tiba di Teluk Saleh tempat puncak acara pada 9 September," lanjutnya.

Ia menyebutkan, anggaran untuk penyelenggaraan Sail Moyo Tambora mencapai Rp 3,4 miliar yang sudah disiapkan Pemprov NTB melalui DPA Dinas Pariwisata NTB untuk seluruh event dalam Sail Moyo Tambora. Saat ini, panitia acara sedang memetakan sejumlah kesiapan yang perlu segera diakselarasi agar sudah siap saat puncak acara dimulai.

"Seluruh fasilitas sudah dipetakan, area untuk venue sudah digunakan. Kita akan petakan, ada jalan 400 meter dari gerbang ke lokasi utama yang kita akan lakukan pembenahan. Alhamdulillah tinggal kita lakukan finalisasi, termasuk empat titik jalan pembenahan jalan nasional dari Poto Tano ke Sumbawa," kata Faozal menambahkan.

Baca juga: Pariwisata NTB yang Terus Mendunia

Baca juga: Pekerjaan Rumah Pariwisata NTB

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA