Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Efektifkah Sabun Hingga Disinfektan untuk Mencegah Corona?

Rabu 12 Feb 2020 13:46 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Pastikan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk cegah corona.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Desy Susilawati

Penyebaran kasus novel Corona virus (2019-nCoV) atau kini memiliki nama baru Covid-19 masih membuat masyarakat tegang. Publik pun berbondong-bondong membeli masker juga sabun antiseptik dan handsanitizer.

Tak sedikit pula yang memborong disinfektan untuk membersihkan pakaian, atau mengepel lantai, untuk mencegah masuknya virus ini. Apakah hal itu efektif menangkal virus?

Staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI dan juga merupakan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik di RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., SpMK (K), menjelaskan coronavirus isensitif terhadap panas dan efektif dinonaktifkan oleh pelarut lipid sepanas 56 derajat selama 30 menit, ether, alkohol 75 persen, chlorine-disinfectant, peroxyaceticacid dan chloroform. Sementara chlorhexidineis tidak efektif dalam inaktivasi virus. Penggunaan alkohol 75 persen bisa digunakan di kulit.

Untuk menghindari virus, dr Fera mengatakan bisa memanaskan alat makan dan pakaian selama 20 menit di air mendidih. Sterilisasi alat yang memerlukan perendaman, dilakukan dengan air panas 100 derajat Celcius untuk peralatan kecil, mainan tertentu, botol bayi dan lainnya.

Anda juga bisa memanfaatkan sinar ultraviolet alamiah seperti sinar matahari. Lakukan pula pertukaran ventilasi dengan udara bersih.

Ia juga menjelaskan larutan lima persen potassium permanganate bisa digunakan untuk disinfeksi peralatan makan, sayuran, dan buah setelah direndam satu menit. Lalu cuci dengan air minum bersih.

Ia menambahkan bleach satu sampai tiga persen dapat digunakan untuk meja, kursi, lantai dan tembok. Disinfektan dengan chlorine efektif untuk dinding, lantai, kursi, meja, tempat tidur dan lainnya.

"Jadi bila ada kontak bisa dibersihkan dengan alkohol. Nanti bisa dilihat, saya juga tidak hafal semuanya. Disinfektan yang sudah dicoba dapat menginaktivasi dengan waktu kontak yang berbeda-beda. Ada yang 30 menit. Ada yang hanya bleach juga chlorokin yang dipakai untuk membersihkan ruang terbukti untuk virus-virus lain, untuk virus ini memang belum ada penelitian yang mencoba masing-masing. Tapi karena mirip dengan mirip SARS nCoV dan MERS nCoV itu bisa efektif," ujarnya, dalam acara “Seminar Peningkatan Pemahaman akan Outbreak 2019-nCov: Upaya Peningkatan Kewaspadaan” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di Jakarta, Selasa (11/2).



Sementara untuk Bayclin menurutnya juga bisa digunakan. Dalam Bayclin yang masuk golongan bleach mengandung natrium hipoclorate. Kandungannya tidak hanya efektif untuk virus Corona, juga untuk virus lain.

Bagaimana dengan sabun? Menurutnya sabun juga efektif. Pastikan mencuci tangan yang benar di bawah air mengalir.  

"Yang penting melakukan cuci tangan, jadi sering. Kita tidak tahu memegang bahan-bahan atau daerah-daerah sekitar mungkin ada orang batuk. Karena kita tidak tahu dalam beberapa jam sudah membetulkan segala macam," tambahnya.

Ia meminta masyarajkat jangan panik. Masyarakat harus mengetahui benar bagaimana mencegah virus ini. "Itu saja di terapkan, cuci tangan dan etika batuk."

Kepala Subdirektorat Surveilans Kemenkes Endang Burni Prasetyowati menambahkan untuk mencegah virus Corona sebaiknya terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan dengan sabun. Paling baik gunakan sabun antiseptik.

"Pokoknya sabun adalah salah satu upaya membunuh kuman. Termasuk handsanitizer, salah satu cara membunuh kuman."

Perwakilan World Health Organization untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan, menjelaskan untuk menghindari penularan virus Corona sebaiknya rajin mencuci tangan. Lebih baik menggunakan sabun atau pembersih tangan yang mengandung alkohol juga air mengalir.

Selain itu, terapkan kebersihan pernapasan. Jika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu. Setelah itu buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan dengan sabun mengandung alkohol.

Pencegahan lainnya adalah menjaga jarak dengan orang lain, apalagi jika orang tersebut sakit. Paling tidak sekitar satu meter jaga jarak dengan orang lain yang memiliki gejala, demam, batuk dan bersin. Hindari pula kontak langsung tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.

Baca Juga



Ia menyarankan untuk menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Jika Anda demam, batuk dan sulit bernapas sebaiknya segera ke dokter.

Dikutip dari Antara, Jumlah korban meninggal akibat wabah virus Corona di daratan China hingga Selasa mencapai 1.113 orang. Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu (12/2) menyatakan infeksi baru turun ke level terendah sejak Januari 2020.

Di seluruh daratan China tercatat 2.015 infeksi baru terkonfirmasi pada Selasa, yang terendah sejak 30 Januari ketika terdapat 1.982 kasus baru terkonfirmasi.

China pekan lalu mengubah pedoman mereka dalam pencegahan dan pengendalian virus Corona. Pihaknya mengatakan bahwa hanya saat kasus tanpa gejala yang menunjukkan tanda-tanda klinis saja yang akan tercatat sebagai kasus terkonfirmasi. Namun, belum diketahui pasti apakah data pemerintah sebelumnya menyertakan kasus tanpa gejala.

Jumlah kasus secara keseluruhan di daratan China menembus angka 44.653, berdasarkan data yang dirilis pada Rabu. Provinsi Hubei, yang menjadi episentrum wabah COVID-19, nama resmi virus corona, melaporkan 94 kematian. Sebanyak 72 di antaranya terdeteksi di Wuhan.

Kasus baru Corona juga terus bermunculan di luar China. Dua kasus baru virus Corona terjadi di negara bagian selatan Bavaria. Ini menambah jumlah keseluruhan kasus yang diketahui di negara paling padat penduduknya di Eropa tersebut menjadi 16 kasus.

Dua kasus terbaru itu berkaitan dengan penularan di kalangan staf di sebuah perusahaan di distrik Starnberg di arah barat daya Munchen, demikian Kementerian Kesehatan Bavaria.

Januari lalu pemasok mobil Webasto menyebutkan bahwa seorang staf China terbukti positif mengidap virus Corona setelah kembali ke China seusai mengunjungi kantor pusat di dekat Munchen. Pegawai tersebut tampaknya menginfeksi sejumlah kolega Jerman selama kunjungan berlangsung.

photo
Infografis Virus Corona.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA