Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Katanya Kotak Suara KPU Kedap Air, Tapi Kok tak Tahan Hujan?

Rabu 13 Feb 2019 11:56 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Seorang jurnalis memeriksa kondisi kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon, di Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Seorang jurnalis memeriksa kondisi kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon, di Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Ribuan kotak suara rusak di Cirebon karena terkena terendam air hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Lilis Sri Handayani, Dian Erika

REPUBLIKA.CO.ID, Ribuan kotak suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dilaporkan rusak di Cirebon, Jawa Barat, karena terendam air hujan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tidak menerapkan standard operational procedure (SOP) untuk penyimpanan logistik pemilu, sehingga menimbulkan kerusakan kotak suara.

"Dari pengawasan kami, gudang yang berada di Kecamatan Plumbon itu tidak layak digunakan untuk menyimpan logistik pemilu dan itu jelas menyalahi SOP," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon Abdul Khoir di Cirebon, Selasa (12/2).

Menurutnya, dari hasil pengawasan gudang tersebut sangat tidak layak, di mana kondisi permukaan lebih tinggi dibandingkan lantainya, sehingga air mudah masuk ke dalam gudang. Selain itu, juga terdapat selokan air di belakang gudang dan juga adanya atap yang bocor.

Ia memastikan gudang itu tidak layak digunakan untuk menyimpan kotak suara. "Dan itu tentu tidak sesuai amanat Undang-undang pasal 340 dan 341 ditegaskan melalui surat edaran KPU nomor 1256, salah satunya harus memastikan standar kemanan," ujarnya.

Abdul menjelaskan, KPU Kabupaten Cirebon seharusnya melihat kembali surat edaran KPU nomor 1256 untuk menyimpan logistik pemilu agar tidak terjadi kerusakan maupun lainnya. Menurutnya, dalam surat edaran tersebut salah satu isinya menyebutkan tempat penyimpanan logistik diupayakan aman dari bencana, kebakaran, dan juga dipasang pagar. Namun, untuk gudang yang di gunakan KPU nyatanya sudah tidak masuk dalam kriteria tesebut.

"Untuk itu, kami sudah merekomendasikan logistik pemilu yang berada di gudang tersebut harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman," tuturnya.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefuddin Jazuli, menjelaskan, ratusan kotak suara tersebut basah setelah turun hujan lebat yang disertai angin kencang pada Jumat (8/2) malam. Hujan itu membuat lingkungan sekitar gudang KPU yang terletak di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, tergenang air.

Ternyata, genangan air hujan tersebut kemudian merembes masuk ke dalam gudang melalui celah-celah pintu gudang. Akibatnya, kotak-kotak suara yang tersimpan di lantai gudang akhirnya menjadi basah.

Di dalam gudang tersebut ada sekitar 33.500 kotak suara yang akan digunaan untuk keperluan pemilu pada 17 April 2019 mendatang. Dari jumlah tersebut, tidak semua kotak suara basah terkena air. "Masih kami sortir," kata Saefuddin.

Namun, Saefuddin Jazuli mengakui gudang yang digunakan untuk menyimpan logistik pemilu tidak sesuai SOP yang telah ditetapkan. "Memang (penyimpanan logistik di gudang yang berada di Kecamatan Plumbon yang terkena banjir) kurang sesuai SOP," katanya.

Dia mengatakan, dengan kejadian tersebut, sebanyak 2.298 kotak suara dinyatakan rusak dan tidak dapat digunakan saat pemilu. KPU sendiri, lanjut Jazuli, sudah memintakan ulang jumlah kotak suara yang rusak ke KPU Pusat untuk segera diganti.

"Kita mintakan ulang lagi sesuai jumlah kerusakan," ujarnya.

Jazuli menuturkan, kejadian kebanjiran pada Sabtu (9/2) lalu memang sangat tidak diduga. Sebab, gudang yang berada di Kecamatan Plumbon sudah digunakan lama oleh KPU.

Di dalam gudang yang terkena banjir itu, dia mengatakan, terdapat 14.745 kotak suara yang telah dirakit dan tidak semua kotak suara itu terkena banjir. "Ini karena curah hujan tinggi dan juga adanya angin kencang, sehingga membuat air masuk melalui celah-celah yang ada di gudang. Kejadian ini di luar dugaan kami," ujarnya.

Dia mengaku, sudah memindahkan logistik Pemilu 2019 yang masih baik ke gudang lainnya yang lebih aman agar tidak rusak. "Yang masih bagus kita pindahkan ke gudang lain yang aman dan untuk gudang yang berada di Plumbon ada empat dan ada satu paling belakang masih aman," tuturnya.

Jazuli menambahkan, sesaat setelah kejadian itu, KPU langsung menjemur kotak suara yang terkena air, hal itu upaya untuk meminimalkan kerusakan yang lebih parah.
"Kami kemarin sudah menjemur kotak suara yang terkena air, agar bisa diselamatkan," kata Jazuli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA