Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Dari Indonesia Zikir Menggema di Ujung Tahun

Rabu 02 Jan 2019 08:55 WIB

Rep: Tim Republika/ Red: Elba Damhuri

Qori Muda Muzammil   Hasballah  memberikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional 2018 di Masjid At-Tin Jakarta Timur, Senin (31/12).

Qori Muda Muzammil Hasballah memberikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional 2018 di Masjid At-Tin Jakarta Timur, Senin (31/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Umat Islam diharapkan menjalani tahun 2019 dengan penuh kedamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, Puncak acara Festival Republik yang digelar di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berlangsung semarak. Pengunjung menyesaki Masjid at-Tin, Masjid Pusdai, dan Masjid al-Furqon yang menjadi lokasi pelaksanaan zikir nasional, muhasabah, dan tabligh akbar tersebut.

Baca Juga

Di Jakarta Timur, kompleks Masjid at-Tin sudah mulai disambangi pengunjung sejak siang hari yang mengikuti berbagai acara yang digelar seperti bazar buku dan donor darah. Sementara itu, menjelang Maghrib, pengunjung kian banyak menyesaki masjid dengan daya tampung 25 ribu jamaah itu hingga ke pelataran.

Jamaah tampak khusyuk mengikuti shalat yang dipimpin imam kondang Muzammil Hasballah yang terkenal dengan suara emasnya. Muzammil membawakan surah Maryam yang berkisah tentang kelahiran Isa Almasih dalam dua rakaat pertama shalat Maghrib tersebut.

photo

Jamaah menangis saat mengikuti Dzikir Nasional di Masjid At-tin Jakarta, Senin (31/12).

"Kalau bacaannya dipanjangin, saya pasti nangis," kata Usman (45 tahun), seorang jamaah asal Jakarta Selatan yang datang mengikuti zikir nasional.

Acara kemudian dilanjutkan zikir bersama yang dipimpin Ustaz Arifin Ilham. Meski dalam keadaan kurang sehat, ia masih menyempatkan diri memimpin zikir malam itu. Asma Allah menggema disuarakan jamaah yang tidak hanya datang dari Jabodetabek tetapi juga Malaysia, NTT, Bengkulu, Ponorogo, dan daerah-daerah lain.

Ustaz Arifin Ilham kemudian mengajak jamaah bergandengan tangan. "Berjanjilah, berjanjilah, siapa pun di antara kita yang masuk surga akan saling mengajak, janji? Semua bergandengan tangan. Ingat sahabat kita, saudara seiman kita, pegang semua, jangan putus," ujar Ustaz Arifin ditingkahi tangisan jamaah.

photo

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan pada acara Muhasabah Akhir Tahun, di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (31/12).

Acara tersebut juga disela berbagai tausiyah yang disampaikan tamu undangan seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, aktor Cholidi Asadil Alam, KH Cholil Nafis, Ustaz Muchlis M Hanafi, dan KH Tengku Zulkarnain yang mengisi tausiyah bertepatan dengan pergantian tahun.

Sementara itu, di Masjid al-Furqon, Yogyakarta, hari pelaksanaan tabligh akbar dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Jamaah tampak mengantre sejak sore hari saat layanan yang dilakukan tenaga medis dari RS PKU Muhammadiyah Gamping tersebut dibuka.

Acara tabligh akbar di Yogyakarta yang suasananya dikesankan untuk muda-mudi tersebut diisi juga dengan suguhan musik grup nasyid Aleeya. Nuansa pemuda yang disuguhkan berhasil menarik ribuan pengunjung muda-mudi yang membeludak hingga ke pelataran masjid. Jamaah perempuan tampak antusias ketika Hanum Salsabila Rais tampil berbicara dalam seminar “Satu Jam Bersama Hanum Rais”.

photo

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Yunahar Ilyas, saat memberi tausiyah pada tabligh akbar yang menjadi rangkaian Festival Republik 2018 di Masjid Al Furqan Yogyakarta, Selasa (1/1).

Keramaian terus bertambah ketika acara inti tabligh akbar yang mengambil tema hijrah dimulai. Pengisi materi yang kebanyakan berusia muda seperti Ustaz Yoppi Alghifari, Ustaz Aditya Abdurrahman, Ustaz Akbar Nazari Muhammad, Roni Tattoo, Puput Melati, dan Hanum Rais menjadi magnet tersendiri.

Acara tersebut kemudian diakhiri kegiatan muhasabah Ustaz Novel Windo dan dilanjutkan pelaksanaan shalat sunah untuk mendoakan korban bencana di Indonesia, rakyat Palestina, dan Muslim Uighur.

“Ini terbanyak jumlahnya dibandingkan penyelenggaraan tabligh akbar yang diselenggarakan Republika DIY-Jateng tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan Republika DIY, Jateng, dan Jatim, Hariyadi Bambang Susanto, mengomentari banyaknya peserta.

photo

Jamaah berdoa saat mengikuti Dzikir Nasional di Masjid At-tin Jakarta, Senin (31/12).

Di Masjid Pusdai, Kota Bandung, berbagai acara juga mewarnai puncak Festival Republik 2018. Pada sore hari, stan program hapus tato digelar, yang dikelola oleh Hijrah Care yang dipimpin oleh pendirinya, Rifki Syaiful Rahman.

Stan itu berhasil menarik minat pengunjung yang berniat menghapus tato. Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelatihan junalistik milenial Muslim, serta vaksinasi gratis juga diadakan. Tiga jamaah Muhasabah Akhir Tahun 2018 juga memperoleh doorprize hadiah umrah.

Mereka adalah Fita (20) asal Bandung yang mendapatkan umrah plus perjalanan ke Turki dari PT Dago Wisata Internasional serta Ibu Basiyah dan Ibu Rukmana (64) asal Bandung yang memperoleh hadiah umrah dari Gubernur Jawa Barat.

Sementara itu, muhasabah menjelang pergantian tahun diisi kultum berbagai tokoh ormas Islam seperti Ketua PW Persis KH Iman Setiawan, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar KH Engkos Kosasih, Ketua PW Mathlaul Anwar Jabar KH Yayan Hasuna Hudaya, Ketua PW Muhammadiyah Jabar KH Dikdik Dahlan Lukman, dan tokoh Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ruhyat Hasni.

Selain itu, tausiyah disampaikan juga oleh Ustaz Budi Priyatno, Ustaz Tengku Maulana. Di samping itu, ada pula sambutan dari Wali Kota Bandung Oded M Danial serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

photo

Puluhan ribu umat muslim memadati Masid At-Tin dalam acara Dzikir Nasional 2018 di Jakarta, Senin (31/12).

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil berpesan pada masyarakat Indonesia untuk terus menjaga ukhuwah. "Kan Muslim juga beda pilihan biasa. Kenapa harus parasea (bertengkar--Red)?" ujar Ridwan Kamil di Masjid Pusdai.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI KH Tengku Zulkarnain mengapresiasi penyelenggaraan Dzikir Nasional Festival Republik 2018 karena telah mencontohkan kegiatan yang dinilainya telah menjadi tren dan dilakukan di berbagai tempat.

"Saya bangga Dzikir Republika sudah menular ke seluruh wilayah Indonesia. Zikir ini menjadi tren," kata dia di Masjid at-Tin.

(ali yusuf/muhyiddin/ali mansur/flori sidebang/neni ridarineni/wahyu suryana/muhammad fauzi ridwan/arie lukihardianti/zuli istiqomah/rr laeny sulistyawati, ed: fitriyan zamzami)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA