Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Harapan-Harapan Jokowi kepada ICMI

Jumat 07 Dec 2018 08:47 WIB

Red: Elba Damhuri

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (6/12)

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2018 di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (6/12)

Foto: Ardiansyah/Antara
Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir pada Silaknas ICMI ini.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Mursalin Yasland

Presiden Joko Widodo mengatakan, cendekiawan yang tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) berperan amat penting dalam mempersatukan umat Islam dan bangsa Indonesia. Terlebih lagi pada tahun politik seperti sekarang.

Presiden menekankan, ICMI memiliki peran yang sangat sentral dalam bidang politik. Menjelang 2019, kata dia, ICMI harus bisa memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat.

"Mengenai pentingnya kerukunan, pentingnya persatuan, pentingnya persaudaraan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-28 ICMI di Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam.

Presiden mengajak semua lapisan cendekiawan Muslim ICMI untuk bersama membantu pemerintah dalam mempersatukan umat dan bangsa. Ia menyatakan, keberagaman umat menjadi sentral bagi ICMI untuk menjadi pemersatu dalam kerukunan dan persaudaraan sesama bangsa.

“Negara ini majemuk, berbeda-beda, warna-warna, suku, ras, agama, tradisi, semuanya berbeda-beda. Peran-peran seperti itu yang kita harapkan, ICMI bisa menjelaskan kepada masyarakat secara jelas, gamblang, dan transparan akan pentingnya persatuan bangsa,” ujar Kepala Negara meminta.

Pada Silaknas ICMI tersebut, Presiden berharap akan dihasilkan nilai-nilai positif untuk memajukan bangsa dan negara ini. Beragamnya bangsa di Indonesia, kata dia, menjadi modal bagi ICMI untuk berperan aktif mempersatukan umat, bangsa, dan beragam agama.

Presiden mengajak ICMI memikirkan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan negara yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai-selesai. Untuk itu, kehadiran cendekiawan dari ICMI diharapkan dapat membantu menyelesikan masalah bangsa saat ini terutama di bidang ekonomi.

“ICMI adalah ormas yang bukan sembarang ormas. ICMI kumpulan cendekiawan Muslim dan sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. ICMI tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Saya mengajak bersama memikirkan dan memecahkan masalah yang ada saat ini belum selesai, seperti bidang ekonomi,” kata Presiden Jokowi.

Menurut dia, banyaknya masalah-masalah bangsa yang belum selesai dari puluhan tahun lalu di bidang sumber daya alam dan sumber daya manusia, hendaknya cendekiawan Muslim ICMI yang hebat-hebat dapat turut berperan memecahkan masalah tersebut secara bersama. Potensi sumber daya alam yang ada dan melimpah di Indonesia,

Jokowi menyebutkan dapat menyelesaikan masalah bidang ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, seperti bouksit dan kelapa sawit. “Semua potensi itu seperti bouksit dan kelapa sawit dapat meningkatkan taraf ekonomi rakyat kita,” katanya.

Mengenai potensi teknologi bangsa ini, ia berharap kehadiran Prof BJ Habibie dapat menjadi inspirasi. Sehingga bisa mendiskusikan mengenai apa yang bisa dibangun dan diindustrialisasikan potensi sumber daya alam bangsa dan negara ini.

Ia mengatakan pemerintah sedang berupaya keras membangun bangsa. Karena semua itu membutuhkan ilmu dan pengetahuan, dan cendekiawan yang mumpuni. "Saya minta ICMI untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini, dan memecahkan masalah bangsa, terutama kualitas sumber daya insani seperti diungkapkan BJ Habibie," katanya.

Silaknas dan Milad ke-28 ICMI) digelar di Mahligai Convention Centre Pascasarjana Universitas Bandar Lampung. Acara itu mengusung tema "Membangun Sumber Daya Insani yang Berkualitas dan Bermartabat Melalui Peningkatan Ekonomi yang Adil Makmur dan Mandiri" dan akan berlangsung hingga 8 Desember nanti dan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari seluruh Tanah Air. Pertemuan para cendekiawan kali ini dimajukan sehari dari jadwal seharusnya, Jumat (7/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA