Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Teka-Teki Keberadaan Jasad Khashoggi yang Belum Terjawab

Senin 05 Nov 2018 15:32 WIB

Red: Budi Raharjo

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Kamis (25/10). Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Kamis (25/10). Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Tubuh Khashoggi dimasukkan ke dalam lima koper dan dibawa ke kediaman konsulat Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Kamran Dikarna

ANKARA — Surat kabar pro Pemerintah Turki, Sabah, menyebut tubuh jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dimutilasi. Setelah itu, bagian-bagian tubuhnya dimasukkan ke dalam lima koper.

Dilansir Sabah, Ahad (4/11), keterangan itu berasal dari beberapa pejabat Turki yang enggan disebutkan identitasnya. Menurut mereka, setelah potongan tubuh Khashoggi dimasukkan ke dalam koper, para pelaku lantas membawanya ke kediaman konsulat Saudi yang letaknya tak jauh dari gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Para pejabat mengatakan, Maher Mutreb, Salah Tubeigy, dan Thaar al-Harbi adalah tiga tokoh kunci dari 15 pelaku yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Mutreb adalah pembantu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Sementara Tubeigy adalah kepala dewan ilmiah Saudi yang juga memiliki jabatan kolonel di kemiliteran Saudi. Sedangkan al-Harbi dipromosikan sebagai letnan di pengawal kerajaan Saudi tahun lalu.

Pada Rabu (31/10), seorang jaksa Turki mengatakan bahwa Khashoggi dicekik dan dimutilasi. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah dia memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Hingga kini, jasad Khashoggi masih belum ditemukan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari pejabat tinggi Pemerintah Saudi. Namun, dia masih meragukan bahwa hal itu langsung dikomandoi oleh Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Meski begitu, Erdogan merasa kecewa, sebab Saudi belum juga mengungkap dalang pembunuhan Khashoggi. "Kita harus mengungkap identitas para dalang di balik pembunuhan Khashoggi," kata Erdogan dalam sebuah opini yang ditulisnya untuk the Washington Post pada Jumat (2/11).

Salah satu teman Khashoggi, Yasin Aktay, mengatakan kepada surat kabar Hurriyet bahwa jenazah Khashoggi dimutilasi agar mudah dibuang. "Mereka bertujuan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda tubuh yang tersisa," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA