Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Penculikan Anak di India yang Kian Mencemaskan

Rabu 24 Oct 2018 16:24 WIB

Red: Budi Raharjo

Anak-anak perempuan di Piplantri, India berkumpul di dekat pohon yang masih muda.

Anak-anak perempuan di Piplantri, India berkumpul di dekat pohon yang masih muda.

Foto: piplantri.com
Ada bukti yang menyebutkan sejumlah besar anak hilang sebenarnya diperdagangkan.g

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Marniati

NEW DELHI -- Angka kasus penculikan anak di India begitu memprihatinkan. Dalam satu hari, rata-rata 174 anak di India hilang.

Laporan National Crime Records Bureau (NCRB) atau biro yang mencatat kejahatan nasional menyebutkan, pada 2016, lebih dari 111.569 anak dilaporkan hilang. Setengah dari jumlah itu atau sekitar 55.625 tidak ditemukan.

Menurut NCRB, kasus penculikan anak-anak meningkat 250 persen dalam lima tahun terakhir atau dari 2012-2016. Penculikan anak-anak merupakan 51 persen dari semua kejahatan terhadap anak-anak. Sebesar 70 persen kasus penculikan ini melibatkan anak perempuan.

Sementara itu, kategori kejahatan terbesar berikutnya terhadap anak-anak adalah pemerkosaan. Kasus ini mencakup hingga lebih dari 18 persen dari semua kejahatan terhadap anak-anak.

Naiknya angka penculikan anak tampaknya menjadi fenomena nasional di India. Bahkan, semua negara juga ikut menyaksikan peningkatan kejahatan tersebut. Dilansir Livemint, negara-negara bagian yang paling buruk dalam hal tingkat penculikan anak termasuk Maharashtra, Tripura, dan Assam, tempat terjadinya pengeroyokan terkait dengan desas-desus penculikan anak, serta Delhi dan Goa.

Bihar, Assam, Karnataka, dan Benggala Barat memiliki peningkatan tahunan rata-rata tertinggi dalam kasus penculikan anak antara 2006 dan 2016. Menurut para ahli, kenaikan tingkat penculikan yang dilaporkan sebagian didorong oleh peningkatan kasus penculikan itu sendiri.

"Kadang-kadang seorang anak dapat pergi dengan seorang teman dan kemudian kembali, atau mungkin kasus kawin lari. Anak-anak yang tidak puas dengan orang tua mereka dapat meninggalkan rumah setelah bertengkar. Statistik resmi tidak dapat membedakan antara penculikan teknis dan kasus-kasus serius," kata YP Singh, mantan petugas Indian Police Service (IPS) dari Maharashtra.

Data NCRB menunjukkan, kasus-kasus kawin lari berkontribusi pada peningkatan penculikan yang dilaporkan pada periode 2006-2012. Ini didasari oleh laporan bahwa penculikan anak-anak yang berusia 15-18 tahun meningkat. Namun, penculikan anak di bawah usia itu menurun. Pada periode ini, kasus penculikan berusia di bawah 15 tahun menurun tiga persentase menjadi 32 persen dari semua kasus penculikan anak.

Namun, dari 2012-2016, kasus penculikan yang dilaporkan untuk anak berusia 16-18 tahun turun saat kasus penculikan berusia di bawah 16 tahun meningkat tajam hingga 53 persen dari semua kasus penculikan anak-anak pada 2016. Data penculikan di bawah 15 tahun tidak tersedia untuk tahun-tahun terakhir karena klasifikasi usia NCRB telah berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Data NCRB juga menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap sistem hukum dalam kasus penculikan anak begitu rendah. Tingkat kepercayaan (sebagai proporsi persidangan selesai) dalam kasus-kasus penculikan anak telah menurun tajam selama beberapa tahun terakhir, bahkan saat insiden penculikan meningkat.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA